SLEMAN – Jogjakarta masih dipandang sebagai daerah tu-juan wisata besar setelah Bali. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor pro-perti dari luar Jogjakarta untuk menancapkan bisnisnya sini. Seperti yang dilakukan oleh Saraswantiland.Setelah sukses menghadirkan proyek pertama-nya, dalam pembangunan apar-temen, kondotel dan convention hall melalui Mataram City. Kini, kelompok usaha Saras-wanti asal Surabaya ini, merea-lisasikan ambisinya dengan membangun kondotel, Graha Indoland dengan Hotel Inside Jogjakarta.Direktur Utama Saraswantiland Bogar Agus Riyono mengatakan, investasi kondotel di Jogjakar-ta memang sangat menggiurkan. Predikat Jogjakarta sebagai kota wisata dari berbagai strata masyarakat menjadikan kawa-san ini potensial dalam peng-embangan infrastruktur penun-jang seperti kondotel, apartemen maupun hotel.
“Selain wisata, kota ini juga menjadi salah satu kota tujuan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) besar di Indonesia. Oleh karena itu, kami ingin berpartisipasi menun-jang kegiatan tersebut,” jelas Bogat disela-sela acara Topping Off Graha Indoland yang ber-lokasi di Ringroad Utara, Ma-guwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (26/2).Dia menjelaskan investasi kon-dotel, selain mendapatkan pengem balian investasi juga me-miliki keuntungan dari kenaikan harga properti. Selain keuntung-an tersebut, investor juga dapat menikmati fasilitas hotel selama 21 hari dalam setahun.Bogat mengklaim, Graha In-doland dengan nama Hotel Inside Jogjakarta ini akan men-jadi hotel pertama bintang empat di Asia Pasific dengan brand Inside yang dikelola Me-lia, yang saat ini telah berope-rasi di Jerman dan Spanyol. “Serta mengelola beberapa hotel yang ada di Inggris dan Amerika Latin,” ungkapnya.
Pembangunan Graha Indoland dibangun di atas lahan seluass 3.000 meter persegi terdiri dari Sembilan lantai dan memiliki 254 unit. Sebanyak 150 unit di anta-ranya dipasarkan sebagai kon-dotel dengan sistem strata title.”Dari 150 yang dipasarkan kini hanya tinggal 12 unit dan harga-nya sudah mencapai Rp 1 miliar lebih per unitnya,” terangnya.Saat disinggung tentang proyek Mataram City, dia mengungkap-kan, pembangunannya sudah memasuki tahap soft opening. Apalagi, bangunan mewah terse-but dilengkapi dengan ruang convention hall yang diklaim ter-besar di Jogjakarta dan Jawa Tengah. “Convention hall kami mampu menampung massa konser sam-pai tiga ribu orang,” tegasnya.Sementara itu, Dirut Kelompok Usaha Saraswanti Utama Hari Hardono menjelaskan, convention hall ini sangat pas didirikan di Jogjakarta sebagai tempat untuk menunjang berbagai acara. Selain menggelar MICE, tempat ini co-cok untuk berbagai kegiatan senidalam skala besar. “Ruangan sudah dirancang sedemikan mungkin menghasilkan audio yang baik dan kedap suara,” terangnya. (bhn/cr/ila/ong)