GUNAWAN/RADAR JOGJA
USUT TUNTAS: Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara pencurian komputer yang dibuang di belakang SMA N 1 Plembutan, Playen, kemarin (27/2).
GUNUNGKIDUL – Aksi kriminalitas kembali terjadi di Gunungkidul. Kali ini dua instansi sekolah secara bersamaan menjadi sasaran komplotan pencuri spesialis komputer. Berbekal keterangan saksi dan jejak pelaku yang ditinggalkan, aparat kepolisian mulai bergerak memburu penjahat tersebut.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, dua sekolah sasaran pencuri masing-masing SMA N 1 dan SD Plembutan 1, Playen. Di SMA N 1, kehilangan 18 LCD monitor dan 17 CPU. Sementara SD Plembutan 1 CPU dan dua monitor LCD. Kedua sekolah tersebut lokasinya berdekatan. Seluruh komputer hanya diambil mainboard dan hard disk-nya saja. Sementara casing dibuang di belakang sekolah. Meski isi CPU dibongkar di TKP, namun sejauh ini belum ada saksi yang melihat peristiwa pencurian.Seorang penjaga SMA 1 Playen, Zainal baru sadar sekolahnya diobok-obok maling kemarin pagi (27/2). Ketika itu, salah seorang staf Sutrasno sekitar pukul 6.00melihat CPU beterbaran di belakang sekolah.”Kami langsung melakukan pengecekan di laboratorium komputer. Ternyata daun pintu rusak. Di dalam ruangan sebagian besar komputer sudah hilang,” kata Zainal.
Dia menjelaskan, sebelum peristiwa pencurian diketahui, sekitar pukul 2.00 dinihari bersama dengan tiga penjaga sekolah lain melakukan patroli keliling sekolah. Pagi buta itu tidak ada tanda-tanda mencurigakan. “Mungkin saat kami istirahat maling beraksi,” ujarnya.Sadar menjadi korban pencurian, pihaknya langsung melapor ke Polsek Playen. Petugas kemudian melakukan olah TKP. Kapolsek Playen AKP Joko Utomo mengatakan, peristiwa pencurian diperkirakan terjadi pada dini hari.”Selain SMA 1 Playen, di SD Plembutan tak jauh dari lokasi TKP pertama juga terjadi pencurian komputer,” bebernya.Berdasarkan penyelidikan awal, kuat dugaan pencuri sudah piawai. Bisa dikatakan sebagai komplotan spesialis penjarah sekolah. Itu terlihat dari bekas yang ditinggalkan pelaku tergolong pengalaman, karena hanya mengambil isi CPU dan monitor. “Bagian dalamnya diambil sedangkan casing ditinggal di sekitar sekolah,” terangnya.Atas kejadian tersebut dia mengimbau kepada pihak sekolah lebih saksama lagi dalam penjagaan dan rutin melakukan pemeriksaan. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Sejauh ini belum ada titik terang,” ujarnya. (gun/ila/ong)