GUNUNGKIDUL– Pengurangan anggaran infrastruktur perbaikan jalan sebesar Rp 9 miliar direspons Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Kebijakan tersebut dinilai akan berdampak besar terhadap pembangunan wilayah.”Mestinya, pengurangan dilakukan bukan pada perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Namun bisa dikurangi dari pos-pos lain, seperti pengurangan untuk kunjungan pejabat,” kata Immawan, kemarin (27/2).Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan sangat men-desak untuk lokasi tertentu. Misalnya, embung Batara Sriten di Desa Pilangrejo, Nglipar. Karena belum tersedianya jalan memadai, lokasi wisata itu sempat memakan korban jiwa. Seorang wisatawan mengendarai roda dua tewas tergelincir menabrak pohon beberapa waktu lalu.”Namun kalau sudah dikurangi anggaran sebesar Rp 9 miliar, jelas mempersulit upaya untuk perbaikan jalan,” sesalnya.Menurut dia, evaluasi dari gubernur tidak spesifik menyebut pengurangan anggaran untuk rehabilitasi jalan. Namun hal tersebut menjadi kebijakan dari pemkab. “Yang mengherankan kok sebesar itu. Anggaran Rp 9 miliar sebenarnya lumayan untuk pembangunan. Nah, kalau anggaran lain yang dikurangi sebesarnya masih bisa,” ucap Ketua DPW PAN DIJ.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Djaka Lelana mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal efisiensi anggaran di bidangnya. Namun demikian, di DPU memang banyak anggaran yang harus direvisi demi efisiensi anggaran sesuai arahan gubernur.”Kalau asal muasal dari mana anggaran harus dikurangi kami tidak tahu secara pasti. Kami hanya menjalankan saja,” kata Djaka.Menurutnya, pengurangan ang-garan juga terjadi pada bidang lain. Hanya saja, dia tidak mengetahui secara pasti besaran pengurangan anggaran tersebut. “Pengurangan anggaran di bidang kami sangat besar. Terlebih berkaitan dengan infrastruktur jalan untuk kebutuhan masyarakat,” bebernya. Sebelumnya, sejumlah ruas jalan kabupaten banyak mengalami kerusakan. Hingga kini, panjang jalan yang kondisinya rusak parah adalah 104,32 kilometer. Sementara sepanjang 68,82 kilometer lainnya mengalami kerusakan sedang. Selain jalan kabupaten, kerusakan jalan juga terjadi di ruas jalan provinsi dan nasional. Kerusakan tersebut kemungkinan besartidak bisa segera ditangani karena rencana kucuran anggaran peningkatan jalan pada 2015 dihapus dengan alasan efisiensi anggaran. (gun/ila/ong