FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
RUTIN: Tim gabungan Badan Kesbangpolinmas, Satpol PP, Polres Magelang Koto, dan Denpom melakukan razia tempat kos di Magelang Selatan dan Tengah.
MAGELANG – Setelah hotel-hotel kelas melati dirazia, kini giliran kos-kosan. Belasan petugas gabungan Badan Kesbangpolinmas, Satpol PP, Polres Magelang Koto, dan Denpom me lakukan razia tempat kos yang berada di wilayah Magelang Selatan dan Tengah, Kamis malam (26/2).Dari razia tersebut, ditemukan be-berapa pasangan tidak resmi yang tinggal dalam satu kamar kos
Namun, dalam razia penyakit masyarakat (pekat) tersebut, tidak satu pun yang diamankan untuk diberi pembinaan.Penyisiran diawali dari tempat kos wilayah Kelurahan Tidar Selatan, Tidar Utara, hingga Potrobangsan. Hasilnya, tidak sedikit petugas mendapati penghuni kos yang tidak mem-bawa identitas. Juga pasangan tidak resmi yang menginap dalam satu kamar. Bahkan, petugas menemukan seorang PSK yang tengah ber-sembunyi di Jalan Beringin VII. Wanita tersebut hanya diminta mengisikan data dan surat per-nyataan.
Selain itu, di salah satu tempat kos, dua pasangan tidak resmi juga ditemukan. Satu pasangan mengaku telah menikah siri. Sedangkan satu lagi mengaku akan segera me-nikah.Kepala Satpol PP Kota Magelang Retno Rini Sariningrum me-ngatakan, pasangan tidak resmi maupun penghuni kos yang tidak bisa menunjukkan identitas ter-sebut hanya dimintai kete rangan dan didata. Hal ini merupakan tindakan persuasif aparat se-tempat, untuk meminimalisir tindak asusila.”Ini baru awal dan kami laku-kan pendataan. Tidak langsung diberi pembinaan lewat instan-si tertentu. Kegiatan ini persua-sif dan antisipatif saja,” tegas Retno.
Sebelum memasuki kamar-kamar kos tersebut, terlebih dahulu petugas melakukan koordinasi dengan aparat ling-kungan. Terhitung ada lima tempat kos yang disisir petugas gabungan itu.”Sebelum operasi, terlebih dahulu kami koordinasikan dengan ketua RT dan RW masing-masing. Ini dilakukan untuk menghormati mereka, karena tempat yang kami sisir berada di lingkungan perkampungan,” paparnya.
Ia menegaskan, kegiatan razia pekat semacam ini akan di-upayakan setiap bulan. Semua dilakukan untuk terciptanya ketertiban masyarakat di Kota Magelang.”Kalau ada penghuni kos sudah punya catatan buruk, misal se-karang tidak bawa KTP, identitas, dan pasangan tidak resmi yang jadi satu kamar, ke depan akan diberi tindakan tegas,” janjinya di sela razia.Saat meninjau, Retno juga minta pemilikan kos tidak men-cari keuntungan semata. Tetapi juga selektif, agar tidak muncul persepsi negatif di lingkungan sekitar. (dem/hes/ong)