FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
PERSIAPKAN STUDI BANDING: Gubernur Akmil Magelang Mayjen TNI Sumardi (kiri) saat menerima kunjungan Army Defence Attache of Australia Col. Justin Roocke.
MAGELANG – Suhu panas hubungan Indonesia dengan Australia yang dipicu oleh putusan eksekusi mati terhadap warga Australia, tak mempengaruhi jalannya kerja sama antara Akademi Militer (Akmil) Magelang dengan Australia. Hal itu terungkap dalam kunjungan Atase Per-tahanan Australia di Mainhall Akademi Militer kemarin.Dalam kunjungan ini, untuk memantapkan saling studi banding. Taruna Akmil akan studi banding di RMC (Royal Military College) Australia selama seminggu, pun demikian taruna RMC akan studi banding di Akmil juga seminggu.
Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang Mayjen TNI Sumardi menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya hubungan kerja sama bidang pendidikan militer bersama Australia tersebut. Karenanya, Sumardi mengajak Army Defence Attache of Australia Col. Justin Roocke untuk bersama-sama memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama yang telah terselenggara selama ini. Dalam kunjungannya ke Akmil, Army Defence Attache of Australia Col. Justin Roocke didampingi asistennya Warrant officer. David Hice. Saat courtesy call di ruang Sudirman Akmil Magelang, Mayjen TNI Sumardi dan Col. Justin Roocke membicarakan mengenai kesiapan Akmil dan RMC dalam menghadapi cadet exchange pada April mendatang. Menurut Col. Justin Roocke, kedatangan Taruna RMC ke Akmil dijadwalkan 6 April. “Pelaksanaan studi banding Taruna RMC Australia di Akmil akan berlangsung selama satu minggu dilanjutkan mengunjungi Pusdikpengmilum di Bandung,” katanya.
Selanjutnya Taruna Akmil akan berangkat ke Australia pada 12 April, atau seminggu setelahnya. Taruna Akmil akan berada di Australia selama dua minggu dengan terlebih dahulu mengunjungi DITC (Defence International Training Center) di Laverton, dilanjutkan menuju RMC di Canberra. Untuk kepentingan ini, Gubernur Akmil menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan tarunanya menghadapi program tersebut, dengan melakukan proses seleksi, baik kemampuan bahasa Inggris, sikap, perilaku maupun kemampuan akademis. “Taruna Akmil yang dikirim ke Australia haruslah taruna yang terbaik, sehingga dapat menjaga citra Akmil di Australia,” katanya. Selain membahas kegiatan cadet exchange, Gubernur Akmil dan Athan Australia berbicara mengenai latihan bersama militer Indonesia dan Australia yang selama ini berjalan dengan baik. Col. Justin Roocke mengatakan, meski saat ini hubungan diplomatik Australia dan Indonesia sedang merenggang akibat dinamika politik, diharapkan situasi tersebut tidak berdampak pada hubungan kerja sama militer. (dem/jko/ong)