DWI AGUS/RADAR JOGJA
KARYA BARU: Kedung Darma Romansha saat membacakan puisi karyanya sendiri ruang seminar Tamana Budaya Yogyakarta (TBY).
JOGJA – Jumat malam lalu (27/2) menjadi penanda tingkatan berkesenian seorang Kedung Darma Romansha. Bertempat di ruang seminar Tamana Budaya Yogyakarta (TBY), malam itu kumpulan karya puisinya resmi diluncurkan. Sebanyak 40 puisi ini tertampung dalam buku yang berjudul Uterus.Secara biologis, uterus memiliki makna sebagai rahim perempuan. Namun Kedung memaknai uterus sebagai tempat pematangan seorang manusia. Ibarat kawah candradimuka yang menggodong Gatotkaca hingga menjadi ksatria.”Jadi ibarat tempat manusia berproses dalam kehidupannya. Setelah mengalami masa pematangan maka manusia akan dilahirkan. Sebagai sosok yang memiliki pemikiran dan cara pandangnya sendiri,” kata Kedung.
Dalam bahasa Arab, menurut Kedung, uterus memiliki arti rasa sayang atau cinta. Melalui uterus ini, Kedung ingin menggambarkan proses kehidupan manusia. Tidak hanya hidup tapi memiliki pola pikir, idealisme dan spiritual yang matang.Uterus bisa digambarkan sebagai kondisi lingkungan seorang manusia itu tinggal, di mana kebiasaan yang terjadi turut membentuk kematangan individu. Sehingga manusia ini hadir tidak hanya sebagai mahluk hidup tapi sebagai mahluk yang benar-benar berpikir.Peluncuran Uterus ini menjadi kado manis baginya. Ini karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-31. Peluncuran ini tidak hanya menyajikan Kedung yang membaca puisinya. Para seniman lintas disiplin juga turut hadir.
Mulai dari seniman sastra hingga musisi merespons karya miliknya. Baik itu secara puisi atau diwujudkan dalam bentuk musikalisasi sastra. Para seniman yang terlibat ini dari KMSI UNY, grup musik me-tal Kontemproduk, Sanggar Kerikil, komunitas JI, Renvil Siagian, Untung Basuki, Dhony dan seniman lainnya. “Untuk produksi Uterus limited karena hanya 300 eksemplar. Puisi yang tersaji merupakan karya dari tahun 2005 hingga 2015. Kebanyakan bertemakan tentang perempuan atau konsepnya mengarah ke Uterus,” tandasnya. (dwi/ila/ong)