FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
TAKZIAH: Para tetangga melayat ke rumah duka di Kampung Paten Gunung RT 3/11 Kelurahan Rejowinangun Selatan. Bambang Triono meninggal Minggu dini hari (1/3).
MAGELANG – Belum sempat dioperasi gegar otaknya setelah dipindah dari RSUD Tidar Kota Magelang ke RST dr Soedjono, Bambang Triono, 46, korban pohon tumbang akibat angin lesus yang melanda Kota Magelang, Kamis lalu (26/2) meninggal dunia. Almarhum yang kesehariannya mengum-pulkan barang bekas tersebut, meninggal Minggu dini hari (1/3), sekitar pukul 02.00 di RST
Saat itu, Bambang masih di-observasi pasca-kepindahan rumah sakit yang disaksikan langsung Wali Kota Sigit Wi-dynindito, Jumat lalu (27/2).Almarhum sempat dirawat di ICU RSUD Tidar. Sebelum akhir-nya dipindah, karena rumah sakit milik Pemkot Magelang tidak bisa menangani operasi operasi bedah saraf akibat gegar otak yang diderita. “Pasca-dipindah dari RSU, almarhum hanya di-beri obat. Belum dioperasi. Kata dokter sih nunggu tenang dan stabil. Karena, almarhum sering gerak-gerak dan gelisah,” kata Slamet, kerabat dekat almarhum, kemarin (1/3).
Pria yang masih terhitung pakde dari korban mengaku, tidak menyangka kalau almarhum harus meninggal dalam kon-disi tragis. Ia menyayangkan kejadian bencana alam tersebut yang merenggut nyawa sau-daranya, meski sudah ditangani RSUD Tidar Kota Magelang dan RST dr Soedjono Magelang.”Saya sempat mendampingi almarhum saat koma di RSUD, Kamis sore (26/3) hingga malam. Pelayanan di RSUD sempat ter-ganggu akibat listrik padam lantaran terkena bencana angin ribut. Genset tidak berfungsi karena tidak kuat. Sehingga hanya diberi obat,” paparnya.
Rame, 50, kakak ipar korban mengonfirmasi meninggalnya Bambang memang di RST. Pihak keluarga merasa terpukul dengan kepergian almarhum yang me-ninggalkan seorang istri dan dua putri yang masih kuliah dan se-kolah menengah pertama (SMP).”Kami tidak bisa berbuat ba-nyak. Karena, memang barang-kali sudah takdir. Keluarga terus terang sangat sedih, melihat anak-anak dan istrinya masih membutuhkan kasih sayang,” jelasnya.
Sementara itu, Wahyu sebagai tetangga almarhum menilai, perilaku Bambang di lingkungan kampungnya, Kampung Paten Gunung RT 3/11 Kelurahan Re-jowinangun Selatan, Kota Ma-gelang sangat baik. Ia rajin mengikuti kumpulan warga dan ramah terhadap tetangga.”Setiap hari, ia jualan rosok di Pasar Gotong Royong. Saat kejadian, katanya beliau tengah menengok dagangannya di Kam-pung Sanden. Saat mau balik ke rumah dan sampai di Jalan Pe-muda (Pecinan), beliau terkena ranting pohon yang jatuh. Kami, para tetangga pun sangat ter-kejut,” ungkap Wahyu.
Senada disampaikan Adit, penge-pul rosok Casion. Ia mengaku terkejut dengan berita kecelakaan yang menimpa Bambang, salah satu penjual rosok di tempatnya. Bahkan, ia terkejut kembali, saat mendengar kabar Bambang me-ninggal dunia.”Beliau orang yang sangat baik. Setiap hari ia datang menyerah-kan rosok. Omzetnya setiap bulan bisa mencapai Rp 5 juta – Rp 8 juta. Kami turut bela sungkawa,” katanya. (dem/hes/ong)

DKPT Libatkan Ahli Pepohonan

SEMENTARA itu, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tatakota (DKPT) Kota Magelang bakal melibatkan ahli pepohonan guna mengkaji kelaikan sejumlah pohon yang ada di wilayahnya. Ini menyusul banyaknya pohon yang tumbang, akibat hantaman angin kencang, pekan lalu (26/2).Kepala DKPT Magelang Arif Barata mengatakan, sebelum terjadinya bencana alam angin kencang, pihaknya sudah ada upaya pengeprasan dahan-dahan pohon. Terutama di pinggir-pinggir jalan yang dinilai membahayakan bila patah dan jatuh menimpa pengendara
“Tugas pengeprasan sudah menjadi agenda rutin kami. Se-minggu lalu, sudah dilakukan di beberapa ruas jalan dengan skala prioritas. Tapi apa boleh buat, ternyata terjadi angin ken-cang yang banyak menumbang-kan pohon,” sesalnya kemarin (1/3).Ditambahkan Arif, kajian dengan ahli pepohonan terkait kelaikan pohon baik dari sisi usia, ukuran, kondisi, dan lainnya. Mereka akan menganalisis se-cara seksama. Hasilnya nanti, akan menjadi rekomendasi penanganan lebih lanjut.”Termasuk pengkajian seputar pohon apa yang cocok ditanam di titik-titik tertentu. Barang-kali setiap lokasi harus berbeda jenis pohon, akan kami tanam pohon yang berbeda. Hal ini tentu yang mengetahui adalah para ahli itu,” tutur pria yang pernah menjabat Kabag Per-ekonomian ini.Ia mengaku, untuk lebih cepat menangani masalah bencana, pihaknya juga akan menambah aneka peralatan. Seperti ger-gaji pohon.”Kami sudah punya alat relatif lengkap.
Tetapi ke depan, akan lebih dilengkapi lagi,” janjinya.Kepala Bidang Kebersihan DKPTK Kota Magelang Jaka Pra-wistara menambahkan, pihaknya tengah mendata titik-titik mana yang dinilai memiliki banyak pohon dan rawan tumbang. Di antarnya, Jalan Pemuda, Ikhlas, Gatot Subroto, Pahlawan, Veteran, dan Jalan Kartini.”Pohon di ruas-ruas jalan itu relatif sudah berumur tua dengan dahan yang banyak dan dedau-nan yang rimbun. Kami waspa-dai ini dengan selalu aktif me-motongnya untuk menghin-dari bahaya, jika patah dan menimpa pengguna jalan,” katanya.Adanya pengeprasan dahan pohon itu didukung Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho. Zain menilai, pohon yang sudah tua dan rawan patah serta tumbang, sangat mem-bahayakan pengguna jalan.”Kami pun khawatir jika ter-jadi angin ribut lagi. Tidak sedi-kit ruas jalan mengalami kepa-datan lalu lintas akibat pohon tumbang. Kami mengimbau masyarakat waspada, jika ter-jadi hujan deras disertai angin kencang,” kata Zain mengingat-kan. (dem/hes/ong)