SETIAKY/RADAR JOGJANAGA TERPANJANG: Ribuan warga Jogja dan wisatawan memenuhi Jalan Malioboro untuk menyaksikan karnaval budaya dan aksi 15 kelompok Jogja Dragon Festival IV, tadi malam (1/3)
JOGJA – Pekan Budaya Tionghoa Yogya-karta (PBTY) 2015 resmi dibuka dengan karnaval budaya dan aksi 15 kelompok pe-serta Jogja Dragon Festival (JDF) IV. Masya-rakat tumpah ruah di sepanjang kawasan Malioboro Jogjakarta tadi malam (1/3). Pa-wai diawali dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer Jogja
Mengusung tema Merajut Bu-daya, Merenda Kebersamaan, 10 tahun sejak diadakan tahun 2006 lalu PBTY berupaya men-ghadirkan event budaya sebagai wujud akulturasi. Sebagaimana tantangan yang diberikan Gu-bernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X pada Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC) sebagai pengampu event tahunan ini.”Pada PBTY yang lalu saya menantang agar JCACC meng-garap karya seni sebagai wujud akulturasi abad ke 21, yang di-sertai gerakan intergrasi sosial. Saya mengapresiasi, pesan itu telah dicoba dan dimasukkan dalam rangkaian acara PBTY 2015 ini,” ujar HB X saat pem-bukaan PBTY ke 10 kemarin.
Diakui HB X memang tidak mudah, karena masih terken-dala beberapa hal, terutama dalam hal integrasi sosial dan menghilangkan sekat-sekat so-sial budaya dan ekonomi. Namun jika digarap dengan sentuhan kreativitas, niscaya bisa men-jadi pencerahan bagi masyara-kat Jogjakarta dan Indonesia pada umumnya. Agar kekayaan keanekaragaman budaya, men-jadi sebuah pluralitas yang saling menguatkan.”Harapan saya event ini bisa menjadi tonggak peneguhan kembali anak-anak muda Tiong-hoa di Jogjakarta yang didukung 14 organisasi di bawah payung JCACC,” ujarnya.
Keistimewaan JDF IV semakin bertambah karena kembali men-ghadirkan naga raksasa beru-kuran panjang 168 meter. Di-mainkan oleh prajurit TNI AU dari Skuadron Teknik dan Sku-adron Pendidikan sebanyak 200 personel. Naga ini didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Naga Motif Ba-tik Terbesar se-Indonesia.Ketua Umum PBTY X Tri Ki-rana menambahkan, keseluru-han acara akan berlangsung di kawasan Kampoeng Ketandan Jogjakarta hingga 5 Maret 2015 dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2566. “Acara ini di-gelar selama sepekan atau lima hari sesuai perhitungan adat Jawa, sepasaran,” ujarnya.Bekerjasama dengan Pemkot Jogja dan Dinas Pariwisata DIJ, serangkaian acara pendukung lainnya seperti stand bazaar, pameran budaya, atraksi liong samsi, wayang Po Tay Hee, pang-gung hiburan, dan berbagai lomba akan digelar setiap hari-nya di Kampoeng Ketandan.

Sebelum Lomba, Naga Doreng Minta Hu

Setibanya di Klenteng Fuk Ling Miau, Gondomanan, Naga Do-reng Yon Arhanudse 15 mela-kukan gerakan seolah mem-beri hormat. Saat masuk ke dalam, liong samsi dari Bata-lyon Arhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro, Semarang ini dis-ambut Ketua Klenteng Fuk Ling Miau Angling Wijaya.”Sudah jadi rutinitas Naga Do-reng sebelum lomba meminta Hu dan mohon doa restu ke-pada dewa, atau tuan rumah di sini Kong Co Hok Tik Cing Sien,” ujarnya sebelum memohon doa kemarin (1/3).
Dikatakan, Hu atau bisa dise-but jimat dipercaya akan mem-berikan keselamatan dan efek keajaiban kepada penggunanya sebagai tolak bala. Hu dibuat di depan altar dewa, yang sebe-lumnya dirinya terlebih dahulu sembahyang sebelum meberikan kepada Naga Doreng.Ia menambahkan, mereka yang percaya bisa meminta Hu, dengan keperluan yang bermacam-macam. “Naga Doreng ini pasti setiap tahun kesini dulu mohon doa restu dan Hu, agar diberi keselamatan dan kelancaran,” ujarnya.
Danyon Arhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro Mayor Arh No-va Mahanes mengatakan, sudah menjadi rutinitas bagi Naga Do-reng Yon Arhanudse 15 dan personelnya untuk memohon doa restu sebelum beraksi dalam Jogja Dragon Festival sebagai rangkaian karnaval PBTY. “Kami minta doa, supaya nanti saat acara berlangsung diberi kese-lamatan, dan segala hal yang buruk tidak terjadi,” ujarnya.Bersama 60 personel, Sasana Naga Doreng membawa dua liong samsi. Liong samsi utama akan mengikuti loma Jogja Dra-gon Festival, dan yang satu lagi dibawa untuk memberikan hi-buran bagi masyarakat. “Dua tahun berturut-turut kami juara, semoga tahun ini kita bisa mem-berikan yang terbaik,” ujarnya.Selain Naga Doreng, kelom-pok liong samsi lainnya, ya-kni Elang Terbang dari Timur asal Semarang juga tidak ing-in ketinggalan memohon doa restu. (dwi/dya/laz/ong)