GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PILIH BANDING: R Yoga Trihandoko (kanan) dan M Zakaria saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Jogja (3/2).
JOGJA – Tersangka perusakan cagar budaya bangunan SMA “17” 1 Jogja Yoga Trihandoko resmi mengajukan banding atas putusan majelis hakim Penga-dilan Negeri (PN) Jogja. Penga-juan banding itu menyusul pu-tusan hakim yang menjatuhkan hukuman denda Rp 500 juta. “Informasinya, terdakwa Yoga mengajukan banding,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) RR Rahayu kemarin. Hanya, hingga kini pihaknya belum menerima salinan me-mori pengajuan banding. Meski belum menerima me-mori banding ia menghormati langkah tersebut. Sebab upaya banding merupakan hak dari terdakwa yang merasa tidak puas atas putusan majelis hakim. “Itu hak hukum terdakwa apa-kah ingin mengajukan banding atau tidak,” tambah Rahayu.
Berdasarkan informasi dari PN Jogja, terdakwa Yoga mengaju-kan banding. Permohonan ban-ding diajukan pada 9 Februari lalu, tepat enam hari setelah putusan dibacakan majelis ha-kim Merry Taat Anggarasih SH. Sebelumnya, pada sidang putusan 3 Februari lalu ma-jelis hakim menyatakan dua terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersama-sama telah melaku-kan tindak pidana perusakan benda cagar budaya SMA “17” 1 Jogja yaitu Mochammad Zakaria dan Yoga Trihandoko.Keduanya dijatuhi hukuman denda Rp 500 Juta. Apabila keduanya tidak tidak mampu membayar denda dengan total sebesar Rp 1 miliar itu, maka harus menjalani hukuman pidana penjara 12 bulan.Dalam persidangan terungkap, terdakwa Mochammad Zaka-ria menerbitkan surat perintah kerja (SPK) untuk merobohkan bangunan SMA “17” 1 Jogja.
Namun, hingga kini belum diketahui apakah Zakaria, pen-gusaha dari Mojokerto itu membayar denda atauh men-jalani hukuman penjara.Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut kedua terdakwa dengan hukuman denda masing-masing Rp 600 juta subsider 12 bulan penjaraDalam pertimbangannya, majelis hakim menerangkan, hal-hal yang meringankan ialah kedua terdakwa bersedia memulihkan atau membangun kembali bangunan SMA “17” 1 Jogja dan mereka selalu ber-sikap sopan selama bersi-dangan. (mar/laz/ong)