ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
MENCARI: Salah satu orangtua calon pegawai non PNS RSUD Panembahan Senopati melihat hasil tes ujian tertulis. Ada 120 pegawai non PNS baru yang dibutuhkan RSUD ini.
BANTUL – Proses perekrutan pegawai non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan RSUD Panem-bahan Senopati mendapatkan sorotan Komisi D DPRD Bantul. Penyebabnya, santer berhembus kabar adanya sejumlah calon pegawai titipan. Bahkan, lebih parahnya lagi mereka merupakan titipan anggota DPRD sendiri.Anggota Komisi D DPRD Bantul Subchan Nawwawi mengakui di internal komisi santer informasi adanya sejumlah calon pegawai non PNS titipan. Informasi ini mencuat setelah Komisi D meng-gelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit pelat merah tersebut. “Kabarnya ada 15 calon pegawai di RSUD titipan anggota DPRD,” terang Subchan saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (2/3).
Namun demikian, politikus PKB ini memastikan Komisi D tidak pernah ikut bermain curang dalam proses rekrutmen calon pegawai non PNS. Selain itu, dia juga tidak mengetahui siapa anggota dewan yang diinformasikan ikut menitipkan orang-orangnya tersebut.”Makanya kami mendesak ini segera diusut,” tegasnya.Ini sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan komisi atas proses rekrutmen pegawai non PNS di lingkungan RSUD yang notabene merupakan mitra kerja komisi. Senada diungkapkan anggota Komisi D lainnya bernama Supriyono. Dia menegaskan, memang kabar mengenai adanya calon pegawai non PNS titipan santer berhembus di internal komisinya. “Kami seperti kebakaran jenggot. Karena, RSUD merupakan mitra kerja kami,”bebernya.Politikus PBB ini berpendapat praktik titip menitip sepertinya masih menjadi tradisi. Bahkan, dia sendiri pernah diminta sejumlah calon pendaftar untuk meloloskannya. “Tapi saya nggak mau,” tegasnya. Seharusnya, lanjutnya, proses rekrutmen dilakukan dengan selektif dan transparan.
Juga, tidak ber-dasarkan titipan maupun rekomen-dasi dari anggota dewan maupun pejabat di lingkungan pemkab. Sebab, seleksi pegawai non PNS ini sama halnya membuka peluang bagi warga Bantul yang memang memiliki kualifikasi.”Mari proses ini kita awasi bersama biar tak ada kecurangan,” pintanya.Terpisah, Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Panembahan Senopati Yulius Suharto menampik adanya praktik titip-menitip dalam seleksi pegawai non CPNS. Ada sejumlah prosedur yang harus ditempuh para pendaftar. Antara lain, pendaftaran via online atau menyerahkan berkas kepada panitia seleksi. “Nggak ada titip-menitip,” bantahnya.Menurutnya, ada 120 pegawai non PNS baru yang dibutuhkan RSUD. Penambahan pegawai ini sebagai bagian pengembangan RSUD. Proses seleksi telah dimulai pada pertengahan bulan lalu. “Proses administrasi dan ujian tulis telah selesai. Besok (hari ini, Red) rencananya ujian praktik,” jelasnya. (zam/din/ong)