JOGJA – Meski tak mengakomodasi suara akar rumput dalam pemilihan struktural Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIJ, Ketua terpilih Bambang Praswanto tetap mengklaim proses tersebut demokratis. Bahkan, proses yang diawali penjaringan dari akar rumput dan penyaringan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ini sesuai ajaran bapak proklamasi Bung Karno.
“Kami meyakini ini demokrasi yang benar. Demokrasi yang sesuai dengan ajaran Bung Karno,” ujar Ketua DPD PDIP DIJ periode 2015-2020 Bambang Praswanto di kantornya, kemarin (2/3).
Bambang menjelaskan, musyawarah mufakat jauh lebih demokratis daripada voting. Ini karena musyawarah mufakat saat awal masa pendirian digunakan pendiri bangsa ini. “Musyawarah mufakat adalah demokrasi Pancasila,” ujarnya.
Musyawarah mufakat ini, lanjutnya, bahkan akan diadopsi di UGM. Di perguruan tinggi terbaik di Indonesia ini, saat memilih rektor, dekan, dan pejabat lain akan menggunakan mekanisme ini. “Istilahnya hanya seleksi rektor atau dekan saja,” tutur anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM ini.
Ia mengatakan, karena sesuai dengan ajaran Bung Karno itulah DPP PDIP mengeluarkan Surat Keputusan. SK DPP bernomor 06 dan 07 itu berisikan perintah jika pelaksanaan pemilihan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sudah dimulai.
Proses restrukturisasi partai pemenang pileg dan pilpres ini memang cukup panjang. Prosesnya sudah dimulai sejak November 2014 silam. Proses ini diawali dengan penjaringan untuk PAC, DPC, dan DPD.
Hasilnya, untuk DPD ada 11 calon nama. Mereka ini merupakan usulan dari PAC dan DPC di DIJ. Mereka telah melakoni fit and proper test, psikotes, dan assessment di DPP. Kemudian, DPP menciutkan menjadi tiga nama.
Mereka inilah yang akhirnya mendapatkan restu dari DPP untuk bermusyawarah dan mufakat. Ketiga nama itu, Bambang Praswanto (careteker Ketua DPD PDIP DIJ), Eko Suwanto (Ketua Fraksi PDIP DPRD DIJ), dan Yoeke Indra Agung Laksana (Ketua DPRD DIJ).
Mereka ini kemudian berembug bersama untuk menentukan pucuk pimpinan di PDIP. Akhirnya, dengan musyawarah mufakat, Bambang Praswanto disepakati mereka bertiga menjadi ketua DPD DIJ.
Sekretaris DPD DIJ Yuni Satya Rahayu mengatakan, saat itu juga proses pemilihan selesai, termasuk melengkapi kepengurusan DPD PDIP yang kini berjumlah 21. “Kami mengacu pada kabinet kerja dari Presiden Joko Widodo,” tambah Wakil Bupati Sleman ini.
Ia menuturkan, dalam Konferda pihaknya juga akan mendukung Megawati Soekarnoputri untuk kembali menjadi ketua umum. Ini sesuai hasil dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Semarang beberapa waktu lalu. “Di Kongres nanti di Bali kami ajukan Bu Mega untuk kembali memimpin partai,” tambah Srikandi PDIP ini.
Sebelumnya, saat proses penjaringan, nama Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono mendapatkan dukungan terbanyak. IP meraup dukungan 52 PAC dari 78 PAC se-DIJ dan empat DPC se-DIJ kecuali Kabupaten Bantul. Tapi, ia tak masuk dari tiga nama rekomendasi DPP PDIP. (eri/laz/ong)