RADAR JOGJA FILE
LANJUT: Tokoh WTT Sarijo saat mengikuti proses penyidikan di Mapolres Kulonprogo dalam kasus dugaan penghasutan dan perusakan Balai Desa Glagah, beberapa waktu lalu. Kini berkas Sarijo sudah dinyatakan P21 dan tinggal menunggu proses persidangan.
KULONPROGO – Proses hukum kasus penyegelan Balai Desa Glagah dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan warga yang tergabung dalam pa-guyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) memasuki babak baru. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates telah menyatakan berkas kasus tersebut lengkap atau P21.Penyidik Kejari Wates Kulonprogo bahkan telah melayangkan surat permohonan pelimpahan barang bukti dan tersangka dari pihak ke-polisian ke kejaksaan dalam waktu dekat. Setelah dilimpahkan, kurang dari dua minggu kasus tersebut sudah harus disidangkan di pengadilan.”Pelimpahan tersangka dan barang bukti kemungkinan dilakukan pada Kamis (5/3).
Tinggal menunggu kepastian dari kepolisan dan pengacara tersangka,” terang Kasi Intel Kejari Wates Arief Muda Darmanta, kemarin (2/3). Arief mengungkapkan, terkait penahanan tersangka, itu menjadi kewenangan jaksa penuntut umum (JPU) yang ditunjuk oleh Kepala Ke-jaksaan Negeri (Kajari) Wates. “Nanti setelah semua dilimpahkan, JPU akan melakukan kajian soal penahanan, perlu atau tidak dilakukan penahanan,” ungkapnya.Seperti diketahui, kasus hukum yang menjerat Sarijo Cs ini berawal dari insiden penyegelan Balai Desa Glagah oleh warga WTT dalam aksi unjuk rasa penolakan rencana bandara September 2014 silam. Saat itu sempat terjadi keributan yang berujung penyegelan balai desa. Berangkat dari laporan kasus itu ke Polres Kulonprogo, polisi kemudian melakukan peng-usutan hingga akhirnya menetapkan empat tersangka. Satu di antaranya yakni Sarijo yang merupakan tokoh WTT.
Dalam kasus ini ia dikenai pasal 160 KUHP tentang Penghasutan hingga membakar semangat warga untuk melakukan penyegelan balai desa Glagah. Sementara tiga warga WTT lainnya Wasiyo, Tri Marsudi, dan Wakidi juga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini, mereka dikenakan pasal 170 KUHP tentang Perusakan. Me-nyikapi proses hukum itu, pengurus WTT beberapa kali sempat mengajukan permohonan kepada Polres Kulonprogo dan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. WTT meminta kasus itu dapat di-selesaikan secara damai.
Namun sejauh ini proses hukum tetap berjalan.Kapolda DIJ Brigjen Oerip Subagyo saat menggelar rapat di Mapolres Kulonprogo juga sempat menyatakan, proses hukum kasus Sarijo Cs sudah berjalan sesuai prosedur. Usai pemberkasan kasus akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Ricky Boy Sialagan membenarkan, tersangka dan barang bukti kasus tersebut segera dilimpahkan dalam waktu dekat ini. “Yang pasti pem-berkasannya telah dinyatakan lengkap. Hingga hari ini tersangka juga masih dikenakan wajib lapor,” ucapnya. (tom/ila/ong)