RADAR JOGJA FILE
MIGRASI: Banyak pelanggan gas 12 kilogram beralih ke gas 3 kilogram atau gas melon di Kulonprogo.
KULONPROGO – Kebijakan pemerintah menaikkan harga gas 12 kilogram sebesar Rp 5 ribu per tabung cukup dirasakan masyarakat di bumi Binangun. Pelanggan gas 12 kilogram mulai banyak yang bermigrasi ke gas 3 kilogram atau gas melon. “Pelanggan banyak beralih ke gas 3 kilogram karena kenaikan harga gas 12 kilogram sudah terjadi berkali-kali,” terang Pe-milik Pangkalan Gas Mutihan Wahyu Kurniawati, kemarin (2/3).Wahyu mengungkapkan, kendati pemberitahuan kenaikan harga gas 12 kilogram baru disampaikan Minggu (1/2) lalu.
Namun banyak pelanggan yang datang ke pang-kalan miliknya mencari gas melon. Harga gas 12 kilogram semula Rp 130 ribu, kini naik menjadi Rp 135 ribu per tabung. “Kini pelanggan gas 12 kilogram berkurang hampir 50 persen. Jika sebelumnya ada 50 orang pelanggan per bulan, kini tinggal 25 pelanggan saja,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, dugaan migrasi diperkuat dengan bertambahnya pelanggan gas melon dari hari ke hari. Pelanggan gas 12 kilogram yang masih aktif mengurangi jumlah pembeliannya. “Ada pe-langgan yang dulu rutin membeli dua buah gas 12 kilogram, sejak beberapa kali terjadi kenaikan harga akhirnya hanya membeli satu tabung. Sebagai cadangan, mereka memilih beli gas melon,” ujarnya.
Sementara itu, pasokan gas 3 kilogram masih ajeg alias belum ada penambahan kuota. Bahkan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya pasokannya masih sangat kurang. Hal itu yang terkesan gas menjadi langka di pasaran.”Kalau dulu saya bisa mendapat pasokan 560 tabung selama dua hari sekali, sekarang hanya 360 buah per dua hari,” terangnya.Seorang pengecer Tugiyo me-nyatakan, kenaikan harga gas 12 kilogram memang menjadi penyebab utama pelanggan berpindah ke gas melon. Selama pasokan gas melon lancar, hal itu sebetulnya tidak menjadi persoalan bagi masyarakat. “Yang menjadi persoalan, jika terjadi kelangkaan. Masyarakat tentu tambah susah,” ucapnya. (tom/ila/ong)