dr Merisa Widowati

BATU mulia saat ini memang sedang digemari banyak kalangan masyarakat. Tak sedikit yang mengoleksi karena hobi, dijadikan aksesoris dan beberapa karena hal klenik. Meski disibukkan dengan dunia kecantikan, dr Merisa Widowati juga tak lupa dengan koleksi batu akik.
Bukan karena sedang trend, tapi koleksi batu mulia miliknya yang kebanyakan sudah dalam bentuk aksesoris, telah lebih dari setahun lalu dia miliki.
“Aku sudah lama pakai, bukan karena sekarang sedang trend. Karena ornamen di dalamnya bagus, warnanya indah dan cocok untuk aku pakai sebagai aksesoris,” ujar dokter kecantikan Jogja Slimming Centre (JSC) ini.
Koleksi batu mulianya ada yang sudah berbentuk cincin dan juga liontin. Meskipun dirinya mengaku koleksinya masih belum terlalu banyak, beberapa memang cukup unik dan jadi aksesoris favorit. Cincin dan liontin itu memiliki kilau dari batu pasir emas, kecubung rambut, jamrud dan blue saphir.
Aksesoris batu bisa dipakai kapan pun dan disesuaikan dengan baju apa pun. Saat harus praktik misalnya, perempuan kelahiran Jogjakarta, 8 Mei 1985 ini tak lupa mengenakan cincin maupun liontin sebagai aksesoris pelengkap.
“Tapi jadi trend seperti sekarang kok rasanya malah jadi kaya pasaran ya, siapa pun pakai batu. Kalau dulu kan memang hanya mereka yang suka aja,” ujar Merisa yang menyimpan belasan aksesoris batu.
Selain batu mulia, dokter yang sudah ahli dalam proses tanam benang di wajah ini juga memiliki beberapa koleksi tas. “Kalau senggang, biasanya ya jalan ke mal. Kalau ada yang suka, aku beli,” ujarnya yang masih ingin menambah koleksi batu mulia. (dya/laz/ong)