JOGJA – Warga Gondolayu Lor JT 2/1181 Rt 60 Rw 11, Cokrodiningratan, Jogja dikagetkan dengan penemuan peluru aktif jenis Garand. Sebanyak 51 butir peluru aktif tersebut ditemukan di rumah Hadi Kristopo, 61, sekitar pukul 09.45 WIB, kemarin (2/3).
Penemuan langsung dilaporkan dan diserahkan kepada Babinsa Cokro, Serma Akhmad Khasinun. Menurut si penemu, Hadi Kristopo, puluhan butir peluru tersebut ditemukan tanpa disengaja.
Saat itu, dia tengah membersihkan seisi rumah. Tanpa disengaja, saat dia membuka laci lemari, menemukan 51 peluru aktif jenis Garand untuk senjata jenis M1 Garand. “Saya sempat kaget dan takut. Sehingga saya tak mau berlama-lama, langsung saya laporkan ke petugas yang berwenang,” katanya. Petugas yang dimaksud adalah Babinsa setempat. “Kalau asal usulnya, saya tidak tahu persis, karena adik saya juga tidak pernah cerita soal ini,” lanjut Hadi kemarin.
Petugas menduga, puluhan peluru tersebut milik adiknya Hadi, almarhum Agus Suranto, 56. Meski demikian, Hadi-panggilan akrabnya tidak mau serta merta mengakui peluru itu milik adiknya. Apalagi, almarhum adiknya tidak pernah memberitahukan kepemilikan amunisi itu kepada keluarga.
Babinsa Cokro, Serma Akhmad Khasinun menuturkan, begitu mendapat informasi penemuan puluhan butir peluru aktif, ia langsung mendatangi lokasi. Selanjutnya, puluhan peluru itu diamankan dan dibawa ke Makoramil 01 Jetis, sebelum akhirnya diserahkan ke Kodim 0734 Jogja.
“Sesuai perintah Danramil, sementara ini peluru atau amunisi aktif yang ditemukan warga masih tersimpan di Koramil. Selanjutkan akan kami serahkan ke Kodim,” tandasnya.
Sekadar diketahui, M1 Garand merupakan senjata semi otomatis pertama yang digunakan senjata standar untuk infanteri. Menggunakan peluru kaliber 30–06 springfield, M1 Garand banyak digunakan pada Perang Dunia (PD) II, Perang Korea, dan Vietnam.
Senjata M1 mayoritas digunakan tentara Amerika serikat walaupun TNI juga sempat menggunakan senjata ini. (fid/jko/ong)