FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
SETIAP HARI:Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito didampingi Wawali Joko Prasetyo melihat siswa MTs Negeri Kota Magelang tengah membaca Alquran, sebelum pelajaran dimulai.
MAGELANG – Membentengi siswa dari pengaruh yang tidak baik men-jadi tanggung jawab sekolah. Se-perti yang dilakukanMTs Negeri Kota Magelang yang mewajibkan siswanya membaca ayat suci Alquran setiap pagi, sebelum pelajaran di-mulai. Hal ini dirasakan cukup efektif untuk membentengi mental siswa dari perilaku negatif.”Upaya ini sudah kami lalukan sejak lama. Selain menjadi kewajiban bagi umat muslim, membaca Alquran juga bisa menjadi pencerah, se kaligus mencegah para siswa dalam ber-perilaku negatif yang bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Kepala Sekolah MTs Negeri Kota Magelang Khaerun kemarin (2/3).Dikatakan, setiap hari sebelum aktivitasbelajar mengajar, diberikan waktu sekitar 10 menit pada anak didik untuk membacaAlquran. Ten-tunya dengan dibimbing wali kelas masing-masing
“Untuk hari Jumat, siswa di-wajibkan membaca Surat Yasin,” paparnya.Sekolah yang beralamat di Ja-lan Sunan Giri, Kampung Karet, Kelurahan Jurangombo Selatan ini juga memberikan ekstra-kurikuler tentang keagamaan. Di antaranya, tartil atau penda-laman tata cara membaca Alquran yang baikdan Kesenian Rebana.”Setiap hari, kami juga ajak siswa di sini untuk salat ber-jamaah,” katanya.Meski berbasis sekolah agama, MTs Negeri Kota Magelang juga perhatian dengan pembinaan akademik pada siswanya. Salah satu upayanya membentuk ke-las unggulan yang diisi siswa melalui proses seleksi. Kelas unggulan ini setiap harinya mendapat jam tambahan pe-lajaran khusus untuk men dalami materi ilmu bahasa Inggris, pi-dato bahasa Arab, serta olim-piade sains.”Kalau kelas regular pulang pukul 02.00.
Sedangkan kelas unggulan selesai pelajaran pukul 15.30,” papar Khaerun.Wali Kota Magelang Sigit Wi-dyonindito didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Joko Prase-tyo saat berkunjung ke sekolah ini memberikan apresiasi atas upaya tersebut. Menurut wali kota, dengan mendalami ilmu agama serta melaksanakannya, bisa mengantisipasi serta me-ngurangi perilaku negatif para siswa.”Agama merupakan pondasi yang penting membangun men-tal dan moral siswa ke arah yang lebih baik. Jika ini sudah diker-jakan dengan baik, saya yakin berpengaruh positif pada sikap siswa,” tegasnya. (dem/hes/ong)