ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SAATNYA OPERASI PASAR: Seorang pembeli tengah menanyakan harga beras di pasar trasional. Harga beras masih terus merayap naik.
MUNGKID – Melonjaknya harga beras di pa-sar tradisional yang terjadi beberapa bulan terakhir menyita perhatian publik. Kondisi ini perlu segera digelar operasi pasar khusus harga beras. Komisi II DPRD Kabupaten Magelang minta operasi pasar ini untuk menstabilkan harga beras yang merupakan kebutuhan dasar warga di Kabupaten Magelang. “Saya kira perlu dilakukan operasi pasar. Ini agar masyarakat terbantu,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang Achmad Sarwo Edi kemarin (3/3)
Menurut Edi, harga beras di sejumlah pasar tradisional sudah membumbung tinggi. Berdasar pemantauannya, beras lokal saja di pasar tradisional Kali-angkrik dan Bandongan sudah mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogramnya. Pada-hal itu merupakan beras dengan kualitas yang paling buruk.”Operasi diperlukan, tetapi dengan cacatan jangan sampai seperti daerah lain. Yang kabar-nya beras yang dijual kualitasnya tidak baik,” jelasnya.
Edi mengaku bingung soal naiknya harga beras yang terjadi beberapa bulan belakangan. Meski beras untuk warga miskin (raskin) belum dibagikan, saat ini me-rupakan musim pascapanen. Logikanya, beras yang beredar di Kabupaten Magelang melimpah. Ia juga belum berspekulasi soal adanya indikasi penimbunaan beras di wilayah tersebut. “Kata-nya surplus beras tapi beras di pasaran masih mahal,” tuturnya.Politikus PAN ini berpendapat, operasi pasar diperlukan dengan melibatkan berbagai pihak ter-kait. Tujuanya menetralisir pe-netrasi harga beras yang se makin meninggi. Nantinya, dengan operasi pasar, minimal bisa me-ngurangi tingginya harga di pasaran.”Kami berharap, beras yang beredar di masyarakat dengan kualitas yang bagus. Jika kualitas berasnya jelek, masyarakat tidak akan membeli. Paling tidak kualitas beras yang standar dan langsung pada masyarakat, tidak lagi ke tengkulak agar tepat sa-saran,” jelasnya.
Berdasarkan hasil monitoring harga beras Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) kabupa-ten Magelang di Pasar Muntilan, Mungkid, Borobudur serta Grabag hingga Sabtu (28/2), masih menunjukan kenaikan. Harga beras medium jenis IR-64 mi-salnya, rata-rata masih bertahan pada kisaran Rp 11 ribu per kg atau naik Rp 2 ribu dibanding dua bulan lalu. Selain itu, pan-tauan di sejumlah penggilingan padi juga diketahui, persediaan gabah dan beras terus menipis.Salah satu pedagang beras di Pasar Desa Tegalrejo Asrofi mengatakan, kenaikan harga beras selama dua bulan terakhir ini dipicu persediaan yang makin menipis. Karena sebagian beras dari sejumlah daerah sentra produksi beras di Jawa Tengah belahan Selatan maupun ka wasan Pantura diborong pedagang dari Jawa Barat dan Jakarta.
Banyak pedagang dari kawasan ibukota berburu beras ke Ke-bumen, Purworejo, dan Klaten. Sebagian juga kulakan ke Demak dan Grobogan maupun Magelang. Di Pasar Desa Tegalrejo, harga beras jenis IR-64 super sekitar Rp 11 ribu per kg. Sedangkan IR-64 biasa mencapai Rp 10 ribu hingga Rp 10.500 per kg.”Mereka berani membeli dengan harga lebih mahal dibanding pedagang lokal,” ungkapnya.(ady/hes/ong)