DWI AGUS/RADAR JOGJA
JAMU: Tolak Angin mendirikan gerai untuk promosi dan penjualan produk secara langsung kepada konsumen di gelaran PBTY yang diadakan hingga 5 Maret nanti.
JOGJA – PT Sido Muncul selalu memberikan dukung penyelenggaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Termasuk dalam penyelenggaraan PBTY X yang berlangsung hingga 5 Maret nanti. Dukungan ini terwujud dalam semangat pelestarian budaya maupun melalui produknya.Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, PBTY adalah sebuah agenda penting. Even ini mampu menam-pilkan ragam budaya Tionghoa di Jogja-karta. Budaya ini telah menyatu dan terwujud sebagai kekayaan his-toris Jogjakarta.”PBTY adalah milik kita semua, bukan milik salah satu suku ataupun ras. Sehingga ini adalah kebanggaan milik Jogja-karta yang wajib kita junjung,” katanya kemarin (3/3).
Pria yang akrab disapa Irwan ini mengaku, kegiatan PBTY merupakan wujud pembelajaran budaya dan toleransi. Menurutnya, kebudayaan Tionghoa telah melebur dalam keharmonisan Jogjakarta. Imbas yang didapatkan dari gelaran PBTY pun dirasakan bersama-sama. Selain pelestarian budaya juga mendukung sektor pariwisata. Terlebih berbagai kegiatan seni budaya yang ditampilkan dapat memancing datangnya wisatawan.”Even semacam ini mampu mendatangkan tamu,. Tidak hanya masyarakat Tionghoa di Jogja, tapi juga masyarakat pada umumnya dan wisatawan domestik dan asing. Selain mendatangkan reseki juga wujud pembelajaran budaya,” ujarnya.
Pada kegiatan kali ini, Tolak Angin juga mendirikan gerai untuk promosi dan penjualan produk secara langsung kepada konsumen. Selain Tolak Angin, PT Sido Muncul juga menawarkan berbagai produk unggulan lain seperti Kunyit Asam, Kopi Jahe, Kopi Ginseng, Kuku Bima, Jamu Komplit dan sebagainya.Baginya, dengan adanya gerai ini juga mendukung jamu sebagai produk herbal. Ini karena jamu merupakan fokus utama dalam pengembangan bisnisnya. Terlebih jamu juga merupakan peninggalan kekayaan nenek moyang yang wajib dilestarikan.”Suatu kebanggaan bagi kami bisa menjadi bagian dari even besar ini. Sebagai orang yang besar di Jogjakarta, sudah menjadi kewajiban untuk mendukung PBTY. Banyak nilai penting yang perlu diwariskan ke generasi penerus kita,” tutupnya. (dwi/ila/ong)