MUNGKID – Pemerintah telah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pre-mium sebesar Rp 200 untuk Jawa – Bali per 1 Maret 2015. Meski begitu, kenaikan harga BBM ini tidak dibarengi kenaikan tarif angkutan umum.DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang menilai, kenaikan harga BBM tidak signifikan. Sehingga tarif angkutan umum di Kabupaten Magelang tidak ada ke-naikan. Ketua DPC Organda Kabupaten Ma-gelang Muh Iriyanto menegaskan, tarif angkutan umum di Kabupaten Magelang masih meng-gunakan tarif lama
Pihaknya mengaku repot jika harus menaikan tarif angkutan umum dengan kenaikan yang tidak terlalu signifikan tersebut.”Tarif angkutan umum tidak ada kenaikan. Menyikapi naiknya BBM Rp 200 ini,terlalu repot,” ungkap Iriyanto kemarin (3/3).Menurut Iriyanto, pada era Pemerintahan Presiden Jokowi, BBM jenis premium tidak lagi mendapatkan subsidi dari negara. Sehingga, seakan-akan ma-syarakat saat ini dihadapkan langsung dengan harga minyak mentah dunia yang sering me-ngalami perubahan. Pihak Organda mengaku tidak masa-lah dengan kondisi tersebut.
Awal tahun ini, pemerintah menaikan harga BBM jenis premium dengan harga Rp 9.700 (Jawa-Bali). Setelah itu, pemerin-tah sempat menurunkan harga BBM sebanyak dua kali. Pada kenaikan harga BBM kali per-tama, Organda menaikan tarif angkutan umum sekitar 18 per-sen. Kemudian, menyikapi dua kali turunya harga BBM, Organ-da juga menurunkan tarif ang-kutan umum sekitar 10 persen.”Setelah dinaikan lagi Rp 200 awal Maret ini, kami tidak me-naikan tarif angkutan umum, karena tidak signifikan. Jika nanti diakumulasi naiknya harga BBM 20-30 persen, Organda kembali akan menghitung tarif angkutanya,” tegasnya.
Organda Kabupaten Magelang masih menggunakan tarif lama dengan beberapa ketentuan. Untuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) masih menggunakan tarif batas bawah Rp 103 per kilometer dan tarif batas atas Rp 168 per kilometer.Sementara, angkutan pe desaan menggunakan tarif angkutan batas bawah Rp 280 per kilome-ter dan batas atas Rp 300 per kilometer. Khusus angkutan perdesaan, Organda juga mem-pertimbangkan topografi yang ada.”Kenaikan harga BBM ini sifatnya fluktuatif. Ke depan, bila ada kenaikan harga BBM kembali, tarif angkutan umum akan dipertimbangkan lagi. Yang terpenting, kami mengutamakan kondusivitas di tingkat bawah. Sebenarnya harga-harga onder-dil kendaraan masih naik,” katanya.
Ia minta awak angkutan umum di Kabupaten Magelang mem-perhatikan ketentuan tarif yang ada. Yakni, ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah yang telah ditentukan tersebut.”Tarif batas bawah dan atas ini saya rasa fleksibel. Ini harus diketahui awak angkutan agar tidak ada miscommunication. Yang perlu ditekankan itu kon-dusivitas,” tegasnya.Sementara, Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan (Dis-hub)Kabupaten Magelang Su-dirman menegaskan, berdasar-kan hasil rapat, tidak ada tin dakan yang diambil Dishub. Baik me-naikan tarif angkutan umum maupun menurunkan tarif ang-kutan umum.
Pihaknya masih tetap mengacu dengan harga yang lama. Karena, kenaikan harga BBM Rp 200 ini dinilai tidak terlalu signifikan.”Tarif angkutan masih ber-dasarkan SK Bupati tentang penuruan tarif angkutan umum yang dikeluarkan Januari lalu. Berdasarkan SK itu, tarif angku-tan akan dinaikan bila ada ke-naikan harga BBM yang signifi-kan. Dengan demikian, kenaikan harga BBM Rp 200 itu kami nilai tidak signifikan,” katanya.Seperti diketahu, pemerintah kembali menaikkan harga BBM jenis premium dari Rp 6.700 men-jadi Rp 6.900 per liter terhitung 1 Maret. Kenaikan harga itu diber-lakukan khusus untuk pulau Jawa dan Bali. Sudirman menjelaskan, pada SK Bupati yang keluar pada Januari itu juga sudah sekaligus diperhitungkan soal kalkulasi kemungkinan harga BBM akan naik lagi. (ady/hes/ong)