SLEMAN – Pengelola Bandara Adisutjipto disibukkan dengan pembenahan. Itu terkait keluarnya kebijakan pelarangan penjualan tiket secara langsung di bandara mulai 1 Maret lalu. Hanya saja, pihak bandara baru akan memberlakukan kebijakan Kemen-terian Perhubungan tersebut pada 1 April mendatang.General Manager Angkasa Pura I Andi G Wirson menyebut, pihaknya memberikan kesempatan kepada maskapai penerbangan untuk berbenah. Kebijakan pelarangan adanya loket penjualan tiket bandara secara langsung baru akan dilakukan mulai bulan depan.”Khusus untuk Jogja kami akan menerapkan 1 April. Saat ini kami berikan kelonggaran kepada maskapai untuk bersiap-siap terlebih dahulu,” kata Andi kepada wartawan, Selasa (3/3).
Andi menjelaskan, setelah tidak lagi men-jadi loket, bangunan tersebut tetap akan dimanfaat untuk pelayanan konsumen. Nantinya, loket-loket tersebut akan diubah menjadi pusat pelayanan (service center) maskapai.Pusat pelayanan tersebut, jelasnya,akan melayani berbagai hal yang bekaitan denganmaskapai seperti penjadwalan ulang, pengembalian pembayaran, serta rute penerbangan. “Bila ada persoalan berkaitan dengan maskapai, konsumen bisa langsung mendatangi service center,” jelasnya.Andi mengatakan, pada dasarnya peng-adaan loket penjualan tiket di sekitar bandara dimaksudkan untuk menghindari keber-adaan calo tiket. Meski diyakini oleh Andi, keberadaan calo di bandara Adisutjipto di bandara yang melayani tiga rute perjalanan internasional tersebut nihil dari calo.Meski ada pelarangan pemberlakukan penjualan tiket langsung, sambung Andi, service center nantinya tetap dapat melayani penjualan tiket. Hanya saja, tiket tersebut diperuntukan bagi calon penumpang yang benar-benar mendesak. Agar tidak disalah-gunakan, pihaknya,akan melakukan per-izinan berlapis di mana calon penumpang harus benar-benar mendapatkan izin dari otoritas maskapai dan pengelola bandara.”Alasan harus kuat. Misal ada musibah keluarga, dinas mendadak, atau perubahan tujuan penerbangan. Namun untuk meng-hindari permainan maka izinnya berlapis,” terangnya.
Andi yakin, penumpang tidak akan mempermainkan kelonggaran kebijakan tersebut.Apalagi, pembelian tiket berlaku satu jam sebelum keberangkatan. “Pembelian tiket juga harus dilengkapi tanda pengenal seperti KTP, akan kelihatan kalau mau berbuat macam-macam,” jelasnya.Ke depan, kata Andi, pihak bandara akan menyiapkan mesin pelayanan self service. Dengan menggunakan alatpembayaran seperti ATM, mereka bisa memesan di mesin tersebut. “Angkasa Pura akan siapkan. Sistemnya touch screen. Penumpang tinggal pilih rute, muncul harga dan di-print. Hasil print tersebut bisa digunakan untuk check-in,” terangnya. (bhn/ila/ong)