HUMAS PEMKAB KULONPROGO FOR RADAR JOGJA
BEDAH RUMAH: Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat meninjau rumah hasil bantuan bedah rumah milik Kodo, warga Pedukuhan Plampang I, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Minggu (1/3) lalu.
KULONPROGO – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kalirejo, Kokap, mencapai 678 kepala keluarga (KK). Jumlah itu menjadi indikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kalirejo masih cukup memprihatinkan. Namun dengan semangat gotong royong, semua bisa teratasi.Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo saat mengikuti prosesi bedah rumah milik Kodo, warga Pedukuhan Plampang I, Kalirejo, Kokap. Serta di rumah milik Sabinem, warga Pedukuhan Kalimenur, Sukoreno, Sentolo, Minggu (1/3) lalu.”Gotong royong mengemban spirit kepedulian sosial, dengan bergotong royong secara tidak langsung kita terus melestarikan dan mewariskan nilai tersebut kepada anak cucu kita.
Sehingga tidak akan punah sampai kapanpun,” ucapnya.Sutedjo mengaku salut kepada semangat warga yang sigap dan segera bergotong royong membantu Kodo yang belum lama ini menerima musibah kebakaran sehingga rumahnya ludes. Dalam waktu singkat, ia kini sudah memiliki rumah lagi, meskipun dalam kondisi yang masih sederhana.”Peristiwa kebakaran ini dapat dijadikan pelajaran. Bencana tidak bisa diprediksi, siapa saja bisa menda-pat musibah dan masyarakat saling membutuhkan untuk mengatasi setiap masalah,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, warga masyarakat sekitar yang terdiri para PNS melalui Bazda juga menyalur-kan bantuan senilai Rp 10 juta. Bantuan juga datang dari pegawai di lingkungan Assek II Setda serta pe-gawai dinas kelautan, perikanan dan peternakan juga ikut menyerahkan bantuan. (tom/ila/ong)