JOGJA – Seiring bertambahnya jumlah penduduk, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menata ulang keberadaan RT dan RW.Terkait penataan ini, di bebe-rapa kelurahan, akan ada RT atau RW yang digabung, dipisah, atau dimekarkan. Kepala Bagian Tata Pemerinta-han (Tapem) Kota Jogja Zenni Lingga mengatakan, untuk se-mentara ini, akan terdapat tiga tambahan RT/RW. Yakni dua untuk RT dan satu untuk RW. “Dalam Perwal no 41/2014 dan no 42/2014 tentang pelimpahan kewenangan ke kecamatan dan kelurahan, dimungkinkan terjadi-nya pemekaran RT dan RW. Dan itu akan kami lakukan,” katanya.
Penataan RT dan RW tersebut, akan disepakati melalui musyawa-rah dan kesepakatan warga. Ada pun persyaratan terbentuknya sa-tu RT, minimal jumlah penduduknya 20 kepala keluarga (KK) dan mak-simal 50 KK. Sedangkan syarat terbentuknya RW, minimal terda-pat tiga RT dan maksimal tujuh RT. “Untuk kondisi saat ini, dalam satu RT sudah lebih dari 50 KK. Dan itu bisa dimekarkan, atau yang dalam satu RT kurang dari 20 KK bisa di-gabung,” terangnya.
Saat ini, di Kota Jogja terdapat 614 RW, dan 2.529 RT. Sejak Fe-bruari hingga 7 Maret, di seluruh wilayah Kota Jogja terjadi proses pemilihan pengurus RT/RW yang baru. Zenni menegaskan, pada 7 Maret 2015 nanti, proses pemilihan pengurus RT/RW sudah selesai. Berdasarkan data sementara di Tapem, hingga saat ini sudah ada 369 RW dari 614 RW yang meny-elesaikan proses pemilihan. “Sementara untuk tingkat RT, sudah 1.966 RT dari 2.529 RT yang rampung menyelenggara-kan pemilihan,” paparnya.Zenni menambahkan, tiap RT/RW di Kota Jogja akan mendapat-kan dana hibah untuk kegiatan administrasi, penyediaaan alat tulis kantor, serta jamuan sidang.
Untuk tingkat RT mendapatkan hibah sebesar Rp 1,2 juta/tahun, dan RW sebesar Rp 1,5 juta/tahun. “Selain itu juga ada dana hibah khusus, yang dikelola Kantor Pem-berdayaan Masyarakat dan Pe-rempuan, selama RW mengajukan proposal,” paparnya.Kepala Sub Bagian Bina Keca-matan dan Kelurahan Tapem Kota Jogja Hendy Setiawan me-nambahkan, setelah terpilih, para ketua RT/RW yang baru akan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas. “Meraka akan diberi pembekalan tentang organisasi, manajemen keuangan, dan hal-hal teknis lainnya,” te-rang dia. (pra/jko/ong)