MAGELANG – Pemkot Magelang kembali mengiatkan pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Kali ini, pener-tiban dilakukan pada enam PKL di Jalan Senopati, Kemirirejo, Magelang Tengah. Mereka menjadi “korban” penataan tim gabungan, terdiri dari Dinas Pengelola Pasar (DPP), Satpol PP, Badan Pelayanan Per izinan Terpadu (BP2T), dan aparat Kelurahan Ke-mirejo. Para PKL juga diminta membongkar sendiri lapak semipermanennya. Mereka diminta pindah ke Pusat Kuliner Jalan Daha dan Lantai Dua Pasar Rejowinangun.Kepala Kelurahan Kemirejo Teguh men-jelaskan, tanah yang digunakan para PKL merupakan lahan milik Pemkot Magelang dan aset Kelurahan Kemirirejo. Semula hanya ada satu PKL yang berdagang di kawasan tersebut. Namun, setiap tahun terus bertambah.”Kami khawatir kalau dibiarkan, mereka (PKL) semakin bertambah. Sejak dua bulan lalu, kami telah memberi sosialisasi supaya mereka siap-siap pindah,” ungkap Teguh kemarin (3/3).Sebenarnya, para PKL yang berada di ka-wasan itu merupakan warga Kemirejo
Adanya penertiban diharapkan ada pembelajaran bagi para pedagang. Termasuk warga agar menjaga kawasan Kemirejo tetap bersih dan lebih tertata rapi.Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan PKL DPP Kota Magelang Marjinugroho yang ikut dalam kegiatan tersebut mengemukakan, penataan PKL Jalan Senopati menjadi agenda pihaknya untuk menata kawasan jalan protokol kota. Ini dilakukan mengantisipasi klaim para PKL, dan aktivitas jual beli lapak di atas tanah yang sebenarnya bukan menjadi hak PKL.”Jangan sampai ada indikasi jual beli lahan yang bukan jadi hak PKL. Makanya, kami akan relokasi mereka. Termasuk yang sudah membuat lapak permanen maupun semipermanen,” jelas-nya.
Marjinu-sapaan akrab Marji-nugroho menambahkan, ke-6 PKL yang ditertibkan seluruhnya disediakan tempat untuk ber-jualan lagi. Khusus PKL kuliner, bakal dipindah ke Jalan Daha, yang saat ini dibuat shelter oleh Pemkot Magelang. Sementara, pedagang nonkuliner diberi lapak di lantai dua Pasar Rejowinangun tanpa ada ketentuan biaya.”Tidak ada biaya kepindahan PKL. Kami hanya bantu mereka pindah dan tertib. Khusus di lantai dua Pasar Rejowinangun, akan digabung dengan PKL eks-Pecinan, yang sudah menem-patinya,” tegasnya.
Sumidah, salah satu PKL Jalan Senopati yang harus pindah mengaku, pasrah dengan keten-tuan Pemkot Magelang. Ia akan memindahkan dagangannya ke Pasar Rejowinangun. Perem-puan yang kesehariannya men-jual peralatan rumah tangga itu juga menambahkan dirinya be-lum tahu pasti, kapan akan me-lanjutkan aktivitasnya sebagai pedagang.”Kalau di pasar kan harus rutin, dari pagi sampai sore. Semen-tara kalau di sini (Jalan Se nopati) tidak ada waktu khusus. Dari pemerintah boleh pindah se-karang juga, tapi saya belum siap,” ungkap Sumidah.Meski begitu, ia mengaku patuh dengan ketentuan tersebut dan membongkar sendiri lapak se-mipermanen yang dibangun sejak 2008. Sumidah menam-bahkan, awalnya hanya menem-pati lahan kosong bekas SD Kemirirejo yang terbengkalai dan dimanfaatkan berjualan.”Tidak ada bayar sewa ke pe-merintah maupun kelurahan. Saya juga masih mikir-mikir mau pindah ke pasar atau tidak,” ungkap warga RT 05/ RW 07 Kemirirejo, Magelang Tengah. (dem/hes/ong)