AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
INOVASI TEKNOLOGI: Suasana pemeran inovasi teknologi karya mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin UNY di kampus setempat kemarin (3/3).
JOGJA – Mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin UNY menunjukkan eksistensinya dengan memamerkan inovasi tek-nologi teranyar. Sedikitnya ada 30 karya mahasiswa yang dipamerkan di halaman kampus setempat. Karya-karya yang dipamerkan tersebut, mulai dari teknologi converter kits, yaitu perangkat yang mengubah gas LPG menjadi bahan bakar kendara-an bermotor, hingga mesin pengan-duk media penanaman jamur tiram.Salah seorang kreator teknologi converter kits, Angger Gufita men-gatakan, teknologi yang dibuatnya ini dilengkapi flame arrester dan penghemat bahan bakar gas LPG yang dapat difungsikan pada sepeda mo-tor empat tak dengan kapasistas si-linder 80-125 cc. Converter kits merupakan penemuan hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang. “Teknologi inovasi ini untuk mem-berikan alternatif energi baru bagi para pengguna motor non-bensin/premium,” kata Angger.
Sedangkan mesin pengaduk media penanaman jamur tiram berfungsi untuk mempersingkat waktu pem-buatan media penanaman jamur tiram atau baglog. Keunggulan alat ini, memastikan campuran pem-buat baglog tidak tercampur dengan bahan lain, seperti pada cara ma-nual. Ada pula alat pengatur sirku-lasi udara yang ikut dipamerkan. Alat yang diberi nama Vertical Axis Wind Turbine Ventilator ini menyerupai kipas angin tanpa energi listrik. Fungsi-nya untuk mengatasi masalah udara panas dan pengap di dalam ruangan.
Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Me-sin Fakultas Teknik UNY Wagiran men-gatakan, gelar karya teknologi ini bertu-juan merangsang mahasiswa agar rajin melakukan penelitian dan penemuan. Karena itu, pihaknya melakukan penilaian dengan mempertimpang-kan berbagai aspek, seperti manfaat dan performa mesin. Apakah tekno-logi yang dibuat mahasiswa mampu memecahkan masalah yang ada di tengah masyarakat, dan bagaimana aspek keamanan. “Kami juga mem-pertimpangkan aspek inovasi, orisi-nalitas, dan kemutakhiran teknologi,” kata Wagiran. (mar/jko/ong)