GUNAWAN/RADAR JOGJA
BIAR KAPOK: Residivis kasus pencurian emas milik anggota polisi (tengah) ditangkap dan dihadiahi timah panas karena hendak kabur saat ditangkap, kemarin (3/3).
GUNUNGKIDUL – Menjadi residivis tak membuat salah seorang warga Bulu, Bejiharjo, Karangmojo, Wagito insaf. Dia justru kembali menumpuk kejahatan lain. Sebelum ditangkap, Wagito sempat mencuri perhiasan milik anggota anggota kepolisian.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, Wagito dibekuk tim buser Polres Gunung-kidul setelah menjadi buronan selama dua tahun. Pelaku dihadiahi timah panas karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap di rumahnya.Kasat Reskrim AKP Herry Suryanto men-gatakan, tersangka diduga kuat mencuri perhiasan emas milik anggota kepolisian, Bambang Sukoco dua tahun silam. Perhi-asan emas seberat 10 gram dibawa kabur setelah mencungkil jendela rumah korban.
Identitas tersangka pencurian emas ini sebenarnya sudah diketahui.Namun, waktu itu pelaku keburu melarikan diri dan baru ditangkap akhir pekan lalu.”Pelaku terpaksa kita lumpuhkan dengan cara ditembak karena berusaha melari-kan diri,” kata Herry, kemarin (3/3).Dari catatan kepolisian, tersangka per-nah mendekam di penjara di wilayah Klaten atas kasus yang sama yakni, pen-curian. Namun setelah keluar dari penja-ra, kembali beraksi melakukan pencu-rian di wilayah Gunungkidul.Tersangka Wagito sendiri ketika dikon-firmasi berdalih, kejahatan dilakukan untuk mengamankan ekonomi keluarga. Dia mengaku terdesak utang, dan harus menghidupi anak istri. “Uang hasil pen-curian emas saya bawa ke Jakarta untuk melarikan diri. Emas 10 gram saya jual ke toko emas dan laku Rp 900,” ucapnya.
Setelah merasa sudah aman, dia lantas kembali ke rumah. Rupanya, perkiraan itu salah. Nama Wagito sudah terlanjur masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sehingga setiap pergerakan dia-wasi. Tak lama berkumpul dengan kelu-arga di kampung halaman, polisi datang hendak menangkap. Tersangka berusaha kabur dengan cara lari melalui pintu belakang. Timah panas pun menembus kakinya, dia ke-mudian roboh bersimbah darah. Wagito ditangkap dan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan anca-man hukuman tujuh tahun penjara. Sementara itu, warga diminta untuk selalu waspada dengan berbagai tindak kriminal. Terlebih kejahatan muncul bukan hanya karena ada niat, tetapi juga ada kesempatan. (gun/ila/ong)