RADAR SOLO
TERBANG : Pemain Persis Solo Ferriyanto (merah) menghindari tekling pemain Persiba Bantul dalam laga di Stadion Manahan Solo kemarin (4/3).

Didik Puji Semangat Juang Anak Asuhnya

SOLO-Persiba Bantul menahan imbang 1-1 Persis Solo dalam laga uji coba di Stadion Manahan Solo kemarin (4/3). Hasil ini bagi kubu tim berjuluk Laskar Sultan Agung cukup memuaskan. Maklum, me-reka bertandang ke Solo berke-kuatan tidak penuh dan banyak mengandalkan pemain muda.Pelatih Persiba Bantul Didik Listyantoro memuji semangat juang pasukannya. Hanya ber-modal pemain pelapis, terbukti mampu menahan imbang tuan rumah Persis. “Bersyukur se-kali selalu diberi hasil yang me-muaskan di kandang lawan. Tapi tetap banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi,” kata Didik usai pertandingan.Hasil 1-1 ini juga menjaga tren positif Persiba Bantul jika bertan-ding di Solo.
Beberapa kali uji coba di Stadion Manahan, Per-siba juga meraih hasil positif. Bahkan, dalam dua kali kun-jungan sebelumnya ke Manahan, Laskar Sultan Agung –julukan Persiba Bantul– selalu menuai kemenangan atas Persis Solo. “Kami berharap, Persis Solo ber-sedia gantian menyambangi Stadion Sultan Agung,” kata Didik.Ada yang menarik di laga ke-marin. Sempat tertinggal gol Indra Gunawan menit ke-33, Persiba Bantul berhasil meny-amakan kedudukan menit k-64. Sialnya, gol penyeimbang Persis dicetak mantan strikernya mu-sim lalu, Yanuar Ruspuspito. Padahal, Persiba harus bermain dengan 10 pemain setelah kiper Andi Setiawan dikartu merah wasit atas protes kerasnya usai gol Indra Gunawan.Proses gol Persiba juga terbilang cantik. Akselerasi Dulsan Lestalu-hu dari sisi kiri pertahanan Per-sis sukses mengirim umpan silang ke mulut gawang. Ber-diri bebas, Yanuar langsung menghujam bola ke gawang Persis yang dikawal Agung Pra-setyo lewat tendangan kerasnya.Kejadian unik terjadi pascagol tersebut.
Yanuar yang awalnya sempat melakukan selebrasi buru-buru memegangi kepala sambil meminta maaf ke tribun penon-ton yang dipadati Pasoepati.”Tadi (kemarin) sempat tidak bisa menahan luapan emosi. Se-benarnya sudah saya tahan untuk tidak selebrasi, tapi kebablasan sedikit. Saya pribadi minta maaf kepada Pasoepati. Saya tidak ber-maksud menyinggung atas sele-brasi itu,” ucap Yanuar usai laga.Kubu tuan rumah sebenarnya cukup mendominasi pemainan. Sayang, ketatnya pertahanan Persiba yang digalang trio Wahyu Wijiastanto, Nopendi, dan Kho-mad Suharto sulit ditembus barisan depan Persis. Kondisi tersebut diperparah dengan buruknya finishing barisan penyerangan yang dihuni duet Ferryanto-Indra Gunawan.Tak kehabisan akal, percobaan tembakan dilakukan dari luar kotak 16 pas. Namun, hampir semuanya tak pernah menemui sasaran. Duet gelandang serang Hari Novian Chaniago-Abdi Gusti juga masih butuh waktu untuk menemukan chemistry. (jpnn/zam/din/ong)