FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BANYAK KEJANGGALAN: Perbaikan atap bangunan Kantor DPPKD sudah dimulai lagi, setelah sempat berhenti tanpa ada keterangan yang jelas.
MAGELANG – Perbaikan atap bangunan Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keu-angan Daerah (DPPKD) Kota Magelang banyak ditemukan kejanggalan. Sebelumnya, atap kantor DPPKD luluh lantak diterbang-kan lesus Minggu sore (8/2).Kejanggalan pertama adalah pengerjaan atap kantor yang mengelola banyak arsip keuangan, yang sempat terhenti beberapa hari dan baru dikerjakan lagi kemarin (4/3). Padahal, kecepatan penanganan pascaben-cana butuh cepat dilakukan. Ini mengingat posisi SKPD ini penting dalam menangani masalah keuangan.”Iya, beberapa hari sempat berhenti. Kay-aknya, karena ada orang yang jatuh saat membetulkan atap. Tapi hari ini (kemarin) kayaknya sudah ada pekerja lagi,” kata salah satu staf DPPKD yang enggan disebutkan namanya Rabu(4/3).Dari pantauan di lapangan, pada hari Selasa (2/3) tidak terlihat adanya pekerja. Kemarin (4/3), sudah terlihat beberapa pekerja yang tengah mengganti atap terpal dengan seng
“Saya di sini hanya mengambil terpal yang kemarin dipasang. Kami tidak ikut rombongan yang pasang seng,” tegas Totok dari Titi Terpal Payaman Kabupaten Magelang.Kejanggalan lain, terlihat dari tak adanya papan nama proyek. Sehingga publik tidak menge-tahui siapa pelaksana pekerjaan perbaikan atap tersebut. Pada-hal Kepala DPPKD Pemkot Ma-gelang Larsita saat peresmian proyek 2014 di Stadion Soebro-to Rabu (25/2), menegaskan perbaikan atap kantornya sudah dilakukan.”Sudah beberapa hari perbai-kannya kok. Siapa pelaksananya, saya tidak begitu paham. Ka-rena DPU yang menunjuk. Yang jelas, memakai dana tak ter-sangka dan nilainya Rp 400 ju-taan dan penunjukkan langsung. Alasannya karena (perbaikan) bencana,” paparnya.Saat ditanya soal perusahaan yang mendapat penunjukkan langsung, Larsita hanya sedikit informasi.”Namanya saya lupa. Kayaknya dia yang menang proyek pem-buatan gerbang pemkot. Coba cari infonya sendiri,” pintanya.
Dari penelusuran di website Layanan Pengadaan Secara Elek-tronik (LPSE) Kota Magelang ditemukan pembangunan pin-tu gerbang balai kota adalah CV Setia Mandiri yang berala-matkan di Perum Tuk Songo Jalan Arwana XI Nomor136 Cacaban Magelangh Tengah.Sementara itu, ketika ditanya kejelasan perusahaan yang mela-kukan perbaikan atap DPPKD, Sekretaris DPU Kota Magelang Ch Yonas Nusantrawan Bolla mengaku, itu menjadi urusan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra). Pihaknya mengaku hanya menangani persoalan teknis saja.”Jadi bukan DPU ya. Karena (renovasi DKKPD) termasuk kategori bencana. Kami hanya menghitung RAB-nya saja,” kata Yonas.Ia merincikan, alur dari reno-vasi tersebut, pihaknya ber-wenang melakukan kajian dan hitung kerugian pascabencana. Disebutkan, kerugian mencapai Rp 400 juta. Kondisi terparah bagian atap, plafon, dan sejum-lah konstruksi bangunan.”Perbaikan alurnya dari Kesra, tim khusus, dan anggaran per-baikan diambil dari DPPKD sendiri. Memang penanganan bencana leader-nya Kesra,” te-gasnya
Yonas mengaku, tidak menge-tahui pasti kapan renovasi ter-sebut bakal dilangsungkan.Kabag Kesra Pemkot Magelang Wagiman menegaskan, pihaknya hanya mempunyai kewenangan melakukan rapat dan menga-komodir berbagai masukan dari pihak-pihak terkait. Meng-ingat saat ini Badan Penanggu-langan Bencana Daerah (BPBD) belum berdiri secara kelemba-gaan utuh, melainkan sebatas Peraturan Wali Kota Magelang dengan pimpinan ex officio Sekda Kota Magelang.”Intinya, sudah rapatkan pada 12 Februari lalu dan hasilnya kami sepakat memberi bantuan melalui dana tak tersangka, un-tuk perbaikan atap,” katanya.Ditambahkan Wagiman, ka-rena kerusakan akibat bencana alam dan DPPKD butuh ban-tuan untuk perbaikan. Hasil ini kemudian dimasukkan ke wali kota untuk ditindaklanjuti. “Sepertinya kok disposisi be-liau turun ke DPPKD. Jadi kami tidak tahu-menahu soal penunjuk-kan langsung proyek tersebut. Sekali lagi, kami hanya punya kewenangan merapatkan dan saat itu disepakti memberi ban-tuan,” tandasnya. (dem/hes/ong)