MUNGKID – Beras untuk rakyat miskin ( raskin) periode Januari-Februari 2015 belum juga sampai ke tangan masyarakat. Me nyikapi ini, Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang berencana memanggil Pemkab Magelang dalam waktu dekat. Ini terkait belum turunnya raskin, meski sudah masuk awal Maret. Pemanggilan ditujukan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perem-puan, dan Keluarga Berencana (Bapermas-puan KB) Kabupaten Magelang. Saat ini, pemkab beralasan belum didistribu-sikanya raskin, dikarenakan masih dalam proses validasi data terhadap rumah tangga sasaran (RTS
“Seharusnya, validasi data RTS itu bisa lebih dipercepat,” kritik Anggota Komisi IV Suroso Sing-gih P kemarin (4/3).Menurut Suroso, Pemkab Ma-gelang harusnya bisa lebih peka menghadapi kondisi seperti saat ini. Pihaknya menyayangkan lambannya proses validasi data rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin.”Justru saya heran, apa yang membuat validasi lama. Saya pikir, orang meninggal maupun pindah domisili yang membuat data RTS berubah hanya bebe-rapa saja. Datanya kan diper-baharui setiap bulan,” imbuhnya.Dengan alasan tersebut, Ko-misi IV berencana memanggil Pemkab Magelangi. Diharapkan, proses distribusi raskin ke depan tidak sampai molor kembali dan menimbulkan kesulitan bagi warga masyarakat.”Kami mendapat laporan, ba-nyak warga yang sudah menebus raskin. Tapi berasnya tidak turun-turun,” imbuh Isti Wahyuni, anggota Komisi IV lainnya.
Menurut Isti, mundurnya dist-ribusi raskin akan membuat warga kerepotan. Terutama dengan harga beras di pasaran yang saat ini melambung ting-gi. Bagi warga dengan kemam-puan menengah ke bawah, kondisi ini membuat mereka kesusahan. “Mau beli beras di pasar tentu tidak mampu, karena mahal. Sedangkan uang yang dimiliki sudah disetor untuk nebus ras-kin tapi malah tidak turun- turun,” sindirnya.Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Magelang Siti Zumaroh mengatakan, hingga kini ada lebih dari 90 ribu keluarga miskin yang me-nanti pembagian raskin. Sesuai kesepakatan awal, validasi RTS penerima manfaat sudah selesai per 15 Januari 2015.
Namun, karena ada sebagian yang belum selesai, batas akhir penyerahan data RTS diundur sampai 28 Februari 2015. Raskin alokasi Januari-Februari sebelumnya dimungkinkan baru akan didist-ribusikan awal Maret ini. Nantinya, data RTS seluruh desa di Kabupaten Magelang di-jadikan dasar penentuan alokasi raskin oleh bupati. Ini dilakukan sebelum diajukan ke Bulog. Ber-dasar data di bagian perekono-mian, alokasi raskin untuk Ja-nuari dan Februari 2015 menca-pai sekitar 2,8 juta kilogram atau rata-rata berkisar 1,4 juta kilogram per bulan.(ady/hes/ong)