GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TAJAM : Ekpresi Aga Permana (8) usai mencetak gol pertama PSIM Jogja ke gawang PPSM Magelang dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida kemarin (4/3).
JOGJA – PSIM Jogja berhasil menakluk-kan tamunya dari PPSM Magelang 2-0 dalam pertandingan uji coba yang di-gelar di Stadion Mandala Krida kemarin (4/3). Meskipun meraih kemenangan, pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengaku belum puas. Salah satu yang dia soroti adalah kondisi fisik pemain.Keinginannya untuk memantau sejauh mana ketahanan fisik pemain dalam sebuah pertandingan dibuktikan dengan baru mengganti pemain pada pertenga-han babak kedua. “Babak pertama hingga 15 menit babak kedua fisik pemain masih baik, setelah itu mulai ada penu-runan,” ujar Seto seusai pertandingan.
Menurut dia terdapat beberapa sebab yang membuat fisik pemain menurun. Di antaranya karena faktor cuaca terik di Stadion Mandala Krida. Selain itu, dia juga menilai para pemain PSIM Jogja nervous. Karena pertandingan uji coba kemarin merupakan pertandingan pertama di kandang sendiri. Dengan stamina yang kurang ini me-nyebabkan pola permainan tidak seperti yang diharapkan. “Pola permainan jadi sedikit lamban, tidak seperti yang diharapkan,” terangnya. Selain itu yang menjadi perhatian pelatih berlisensi B AFC tersebut juga pada persoalan penyelesaian akhir. Terdapat beberapa peluang yang dihasilkan, tapi tidak berbuah gol.
Dua gol kemenangan PSIM Jogja dicetak Arga Permana pada menit ke-30 memanfaat-kan peluang tendangan pojok. Sedangkan gol kedua lewat titik penalti oleh pemain pengganti Raymond pada menit ke-90. Seto juga tidak terlalu puas karena proses terciptanya gol melalui proses bola mati. Yang dia inginkan, para pe-mainnya bisa menciptakan gol melalui permainan terbuka. Tetapi, lanjut dia, proses terjadinya penalti maupun bola mati lainnya juga merupakan proses dari permainan terbuka. “PR setelah pertandingan di Banyumas tidak ter-laksana karena peluang dari kerjasama tim tidak banyak tercipta,” ungkapnya.
Untuk itu Seto bersama tim pelatih PSIM lainnya akan se-gera menyusun program latihan baru. Dalam minggu ini Seto menginginkan bisa menyele-saikan program uji coba dan mulai minggu depan hingga dua minggu ke depan untuk pembenahan fisik dan teknik pemain. Pelatih PPSM Magelang Inyong Lolom-bunan mengucapkan terima kasihnya dengan pertandingan uji coba melawan PSIM Jogja. Itu karena dia bisa melihat kemam-puan pemainnya yang saat ini masih dalam proses seleksi. “Persiapan kami juga baru sebulan, hasil uji coba ini menjadi masukan untuk perbaikan,” terangnya.
Namun, laga uji coba yang sekaligus uji kesiapan panitia pelaksana (Panpel) PSIM Jogja ini ternoda dengan terjadi-nya tawuran antar suporter. Begitu pertandingan selesai, beberapa penonton melakukan selebrasi dengan mengarak bendera keliling stadion. Tidak diketahui penyebab pastinya, di sisi uta-ra, tiba-tiba terjadi cekcok antar penonton. Meskipun sudah dicoba dilerai petu-gas keamanan, ternyata pertikaian ma-sih berlanjut. Bahkan beberapa penon-ton sempat ke dalam lapangan. Tidak hanya di dalam stadion, perti-kaian antar suporter berlanjut hingga keluar stadion.
Bahkan saat pulang, ter-dapat suporter yang melempari suporter lainnya yang berada di dalam wisma PSIM. Beberapa pemain yang berada di dalam Wisma sempat terpancing. Sementara itu Ketua Panpel PSIM Jogja Ipung Purwandani mengatakan kesadaran suporter PSIM Jogja untuk menonton langsung ke stadion dan membeli tiket sudah mulai meningkat. Dalam ujicoba kemarin, Panpel menda-patkan pemasukan Rp 155,95 juta. Dari 7.000 tiket yang dicetak, 6.366 di antaranya terjual.”Kami ucapkan terima kasih,” terangnya. (pra/din/ong)