BANTUL – Bupati Bantul telah menunjuk dan mengangkat tujuh anggota Forum Pemantau Inde-penden (Forpi) periode 2015. Dari jumlah itu, tiga di antaranya merupakan wajah baru. Salah satunya bekas kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul Sahari. Dengan masuknya bekas pejabat teras Bantul ini, Komisi A DPRD Bantul pun berpesan agar kinerja Forpi tahun ini tetap independen dalam mengawasi pelaksanaan pakta integritas. “Sebenarnya agak pesimistis. Dikhawatirkan yang bersangkutan ewuh pakewuh dengan bupati yang dulu me-rupakan atasannya,” tandas Ketua Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifudin, kemarin (4/3).
Dalam keanggotaan Forpi 2015 ini, Sahari menggantikan posisi Suwandi sebagai salah satu perwakilan unsur tokoh masya-rakat. Selain Sahari, politikus PKS ini juga menyoroti dua anggota Forpi baru lainnya. Yaitu, Ashari, dan Azam Sauki Adham. Ashari yang merupakan per-wakilan unsur lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggantikan posisi Wagino. Adapun Azam menggantikan Kadari dari unsur dunia usaha. “Apa pertimbangan bupati mengganti dan memilih dua orang baru ini,” jelasnya.Namun demikian, Amir berharap kinerja Forpi 2015 lebih baik daripada periode sebelumnya.Sementara itu, Kepala Kantor Inspektorat Bambang Purwadi mengatakan, SK pengangkatan tujuh anggota Forpi telah ditandatangani bupati pada pertengahan bulan lalu. Dia pun tidak menampik adanya per-ubahan komposisi anggota Forpi periode tahun ini. “Ada tiga wajah baru. Yang empat orang lama,” urainya.
Perubahan keanggotaan Forpi merupakan kewenangan bupati. Termasuk masuknya bekas pejabat Bantul Sahari sebagai anggota Forpi tahun ini. Namun demikian, penunjukkan seluruh anggota Forpi juga berdasar hasil pencermatan kantor inspektorat. “Pergantian anggota juga berdasar hasil evaluasi Forpi tahun lalu,” ungkapnya.Selain itu, Bambang memastikan penunjukan tujuh anggota Forpi juga telah mengacu kepada Peraturan Menteri Pendaya-gunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.49/2011 tentang Pedoman Umum Pakta Integritas di Lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah daerah. Sesuai aturannya, ketujuh anggota Forpi ini berasal dari perwakilan berbagai elemen masyarakat. Misalnya, tokoh masyarakat, tokoh ormas, LSM, pengusaha, dan akademisi. (zam/din/ong)