GUNUNGKIDUL – Jabatan Bupati Gunungkidul Badingah tinggal menghitung hari. Sebab, pada 27 Juli mendatang dia akan melepas jabatan sebagai orang nomor satu di Bumi Handayani. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memberi “tinggalan” kepada warga masyarakat.Bupati perempuan pertama kabupaten di ujung timur Jogjakarta ini mulai memetakan program jangka pendek sebelum lengser. Menggenjot program yang paling masuk akal untuk bisa dikerjakan dalam waktu singkat.
Hasil pemetaan yang dilakukan, sedikitnya ada tiga hal penting yang jadi prioritas Bupati Badingah. Pertama adalah sektor pendidikan, disusul masalah kesehatan dan ending-nya adalah sektor pariwisata. Kemudian dia mulai membeber satu persatu dari tiga hal tersebut. Untuk pendidikan, diakui wilayahnya masih banyak warga buta aksara dan siswa drop out (DO) dari sekolah. Oleh karena itu, garda terdepan untuk pe-nanganan yakni dinas pendikan pemuda dan olahraga (disdik-pora)akan dioptimalkan.”Kami akan berkoordinasi dengan disdikpora untuk meng-urai permasalahan itu,” kata Badingah, kemarin (4/3).
Sementara dari segi kesehatan, beberapa bulan terakhir kasus demam berdarah dengue (DBD) cukup memprihatinkan. Ber-dasarkann laporan dari dinas terkait, jumlah penderita DBD menyebar ke sejumlah wilayah kecamatan. “Kita tekan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kita juga mendorong masyarakat aktif memberantas jentik nyamuk. Karena dalam beberapa waktu ini demam berdarah meningkat,” terangnya.
Lalu, bersinggungan dengan sektor pariwisata, pihaknya ber-janji segera merealisasikan pembangunan titik nol kilometer. Tidak hanya itu, pembebasan tanah di wilayah Kemadang, Tanjungsari yang merupakan jalur tembus menuju pantai selatan akan dikebut. Selain itu, juga dilakukan pembangunan jalan Pantai Sundak ke timur untuk kenyamanan wisatawan. “Sudah disetujui oleh provinsi untuk pembangunan jalan tembus untuk mengantisipasi kemacetan,” ujarnya.
Meski begitu, Badingah juga punya pekerjaan rumah. Pada saat refleksi pada malam jelang pergantian tahun lalu, ada tiga masalah yang belum beres. Pertama berkaitan dengan konflik Gua Pindul, kedua intoleransi beragama serta masalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah 2014. Tiga agenda tersebut juga mendesak diselesaikan. (gun/ila/ong)