JOGJA – Tanpa mengesamping-kan kasus dugaan korupsi yang lain, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ masih mengutamakan penyi-dikan terhadap kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba. Ada pun kasus lain yang juga sempat disidik kejati, adalah dugaan korupsi dana revitaliasi gedung PLN dan pergola.”Kemungkinan pergola akan diselesaikan belakangan, setelah kasus korupsi dana hibah Persiba, dan kasus korupsi revitalisasi ge-dung PLN yang tinggal finishing,” kata Asisten Pidana Khusus pada Kejati DIJ, Azwar SH kemarin.
Saat ini, penyidikan hibah Per-siba dengan tersangka Maryani dan Dahono masih terus berja-lan. Tim penyidik masih terus melengkapi berkas acara peme-riksaan (BAP) kedua tersangka. Hal ini sesuai dengan petujuk jaksa peneliti. “Mudah-mudahan berkas Persiba segera rampung, dan bisa dilimpahkan ke peng-adilan,” tandas Azwar.Azwar mengakui, penyelesai-kan kasus dugaan korupsi hibah Persiba, revitaliasi gedung PLN, dan pergola tak sesuai rencana. Awalnya, penyidik ingin Persiba rampung pada akhir 2014, ke-mudian mundur pada Januari dan Februari.
Bahkan, awal Ma-ret ini dipastikan belum rampung. Karena itu, penyidik memutuskan untuk mendahulukan penyidi-kan Persiba, ketimbang PLN dan pergola. “Doakan, semoga ber-kas Persiba cepat rampung,” lanjutnya.Di sisi lain, untuk penyidikan dugaan korupsi pergola kini masuk tahap finishing. Pekan ini tim penyidik kembali me-manggil ulang tersangka Irfan Susilo, Suryadi, dan Hendi. “Me-reka dipanggil untuk melen-gkapi BAP. Sebab, penyidik juga memisahkan perkara ini men-jadi tiga berkas,” tandas Azwar. Selain itu, penyidik akan men-ghitung ulang kerugian negara proyek senilai Rp 5,3 miliar.
Ala-sannya, sesuai temuan Inspek-torat dugaan penyimpangan pada proyek milik Badan Ling-kungan Hidup (LBH) Jogja dip-erkirakan lebih dari Rp 700 juta. “Kami masih melengkapi data yang masuk untuk memastikan nilai kerugian,” terang Azwar. Pengacara Irfan Susilo, Chrisna Harimurti SH mengatakan, klien-nya menjalani pemeriksaan di kejati hari ini (Rabu kemarin). “Klien kami akan mengikuti pro-ses hukumnya. Kami akan sam-paikan kepada penyidik menge-nai fakta-fakta masalah Pergola,” kata Chrisna. (mar/jko/ong)