HUMAS PEMKAB KULON
PROGO FOR RADAR JOGJAGEMARIKAN: Siswa-siswi SDN Plaosan Hargotirto, Kokap saat menyantap ikan dalam sosialisasi dan pelatihan berbasis ekstrakurikuler ekonomi kreatif oleh UGM Jogjakarta, kemarin (4/3).
KULONPROGO – Banyak cara cerdas yang dilakukan Pemkab Kulonprogo untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGM Jogjakarta melalui kegiatan dan pelatihan berbasis ekstrakurikuler ekonomi kreatif.”Program pemberdayaan masyarakat serupa dikhususkan bagi warga yang sudah dewasa, harapan-nya agar dapat mandiri mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,” terang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Jogjakarta Dr John Soeprihanto MIM, kemarin (4/3).
Menurut John, dalam kegiatan kali ini pihaknya melakukan hal yang tidak biasa dalam pengentasan kemiskinan, yakni menyasar anak usia sekolah mulai jenjang SD, SMP dan SMK. Khusus di Kulonprogo, angka kemiskinan paling tinggi ada di Kecamatan Kokap. “Maka dari itu kami akan membantu dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan berbasis ekstrakurikuler ekonomi kreatif dengan sasaran awal di SD,” jelasnya.Dijelaskan John, di SD akan diberikan pendidikan ekstrakurikuler ekonomi kreatif salah satunya dengan mengenalkan cara memelihara ikan yang baik. Termasuk cara membuat kolam ikan di samping sekolah, kemudian anak-anak setiap harinya memelihara dengan tekun”Pelatihan ini juga sangat relevan dengan proram Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang sudah dijalankan di SDN Plaosan Hargotirto Kokap,” jelasnya.
Kepala Sekolah SDN Plaosan Sunardi mengungkapkan, atas nama sekolah ia mengucapkan terima kasih banyak kepada UGM. Karena dalam pelatihan ini tidak hanya siswa yang mendapat pelatihan. Tetapi juga para guru juga mendapat bimbingan dari UGM untuk sejak dini memberikan keterampilan. “Semoga bisa sukses dan berhasil baik, serta dapat memberikan inspirasi bagi SD-SD lainnya,” ungkapnya. (tom/ila/ong)