DWI AGUS/RADAR JOGJA
MAMPIR JOGJA: Grup musik jazz, Nordic All Stars, saat tampil di Auditorium IFI Jogjakarta (2/3).
JOGJA – Jogjakarta kerap menjadi persing-gahan musisi jazz kelas dunia. Atmosfir musik yang begitu kental membuat para musisi jazz merasa nyaman tampil di hada-pan publik kota ini. Salah satu grup musik jazz yang belum lama ini mampir adalah Nordic All Stars.Grup musik ini adalah sekumpulan mu-sisi dari negara-negara Nordic seperti Swe-dia, Norwegia, Finlandia dan Denmark. Dipimpin musisi jazz asal Swedia Magnus Lindgren, mereka tampil di Auditorium IFI Jogjakarta, Senin malam lalu (2/3).”Konser ini bentuk mini tour di Pulau Jawa. Selain di Jogjakarta, juga menggelar konser di Bandung (3/3) dan Jakarta (4/3). Ini juga bentuk road show sebelum Java Jazz Festival, 6 Maret,” katanya (2/3)
Malam itu sebanyak 11 lagu di-bawakan Nordic All Stars. Kepia-waian Magnus Lindgren terlihat dalam membuka konser jazz ini. Musisi yang ahli dalam berbagai alat music ini tidak perlu diragu-kan keahliannya.Lindgren yang juga berprofesi sebagai komposer dan arranger pernah bekerja dengan musisi-musisi kelas dunia. Sebut saja Quincy Jones, Barbara Hendricks, Nils Landgren, Nicola Conte, dan masih banyak lagi.Tembang Ramlosa menjadi pembuka konser malam itu. Instrumen flute begitu mendo-minasi tembang perdana ini. Sontak pengunjung IFI hanyut dalam alunan nadanya. Berlanjut dengan tembang The Snipper yang mengkombinasikan bass, flute dan juga drum.”Konser malam ini benar-benar istimewa dan sudah ditunggu-tunggu. Saya menunggu permai-nan saksofon dari Hanna Pauls-berg dan Jimi Tenor. Kesempa-tan langka bisa melihat langsung di Jogjakarta,” kata salah seorang pengunjung Lisa Gunawan (21).
Tak mau ketinggalan pemain bass berdarah Denmark dan Vietnam Chris Minh Doky turut memanaskan Auditorium IFI. Bassist yang ahli dalam berbagai genre ini menunjukkan kepia-waiannya dalam tembang ber-judul China Town.Dentuman bassnya terasa me-miliki alunan musik yang kaya. Alunan musik tradisi Skandina-via tempat dia berasal, bercam-pur dengan nuansa tanah air keduanya, Amerika Serikat. Be-gitu juga ketika tembang Home Sweet Home didendangkan.”Menghadirkan musik jazz dengan alunan yang lebih kaya. Ada gaya Skandinavia atau No-dric dan Asia Selatan yang sang-at kental. Saya yakin setiap dae-rah lainnya juga memiliki ciri khas jazznya masing-masing,” kata Lundgren.Dalam konser kali ini Nordic All Stars turut mengajak dua musisi asal Indonesia. Drummer Indo-nesia Elfa Suhan dan gitaris Joha-nes Radianto turut mewarnai konser Nordic All Stars. Kelompok ini adalah sebuah proyek kerja-sama antara Kedutaan Besar Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia di Jakarta dengan Java Jazz. (dwi/laz/ong)