Enggak Boleh Takut Makan, Asal…

Mimpi-Punya-Tubuh-Atletis-eks
PUNYA badan ideal dan atletis tentu jadi dambaan tiap orang. Tapi untuk punya badan seperti itu tentu aja eng-gak gampang. Karena perlu pola ma-kan serta olah tubuh yang baik dan benar, agar selain ideal dan atletis, juga sehat dan kuat. Tapi, demi menu-ju badan ideal, banyak orang suka salah anggap. Lalu rame-rame mela-kukan diet ketat yang enggak sehat dan enggak terkontrol. Alih-alih punya badan ideal, yang ada malah sakit-sakitan karena kurang gizi. Melihat fenomena itu cukup buat Yulvia Mifta yang hobi olahraga jadi prihatin. “Kita makan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh, buat yang ba-nyak kegiatan enggak perlu takut sama makan. Asal makanan sehat dan secu-kupnya pasti enggak bakal bikin badan melar,” terang Mifta siswi di SMA Stella Duce 2 Jogja.
Udah pada tahu khan, kebanyakan cewek takut banget kalo sampe badan-nya gemuk. Bahkan, ada sebuah penya-kit Anorexia Nervosa. Dimana pende-ritanya 95% wanita. Penderita merasa bahwa badannya gemuk dan takut makan. Padahal, sampai ada yang sudah sangat kurus dan kurang gizi. “Heran aja kalo ada cewek yang makannya dikiiiiit banget. Padahal menurutku ideal aja badannya. Apa enggak menderita tuh nahan laper,” ucap Algae Mega Andika siswa SMAN 1 Sedayu yang heran ng-eliat cewek yang makannya dikit.Pengertian diet adalah jumlah asupan makanan kita sehari-hari, maka tentu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan aktivitas kita. Diet bisa berarti untuk mengurangi berat badan. Maka harus membatasi asupan, menaikan berat badan dengan meningkatkan asupan, ato pantang pada beberapa asupan.
Radiktyo Jatmiko dari SMPN 3 Ngaglik Sleman mengaku, meski masih masa pertumbuhan, tapi dia harus menja-lani diet untuk menurunkan berat ba-dannya. “Aku suka olahraga, tapi nafsu makan suka berlebihan. Jadi untuk makanan ibu yang atur. Soalnya kalau kegemukan juga enggak bagus buat kesehatan,” ungkap cowok manis yang akrab dipanggil Tyo ini.Alangkah senangnya bisa punya badan yang ideal, pasti makin pede ya ngede-ketin gebetan hehehehe. Tapi tetep inget kesehatan, jangan sampai demi penampilan semata justru menghambat aktivitas prestasi kamu karena lesu ke-kurangan asupan gizi. “Diet itu pasti baik, kalo sesuai kebutuhan tubuh kita juga. Jangan kekurangan dan jangan berlebih. Kalo kita punya pacar yang bawel soal tubuh kita yang ga bagus jangan didengerin, sebagai pacar harus-nya dia utamakan kesehatan kita keban-ding penampilan,” terang Rifdah Zulfa dari SMAN 1 Kasihan. (dap/man/ong)

Niat dan Punya Target

Cici-PriskilaTREN diet memang lagi hits di kalangan anak muda. Aku juga termasuk salah satu orang yang pernah mencoba diet dengan mengguna-kan beberapa metode diet. Yakni diet golong-an darah dan OCD-nya Deddy Cobuzier.Sebenernya, diet lagi ngehits ato bukan, kalo memang kita ngerasa butuh, ya harus dilakuin. Jangan cuma diet karena ikut-ikutan dan sela-lu merasa bahwa tubuh kita kegendutan. Kadang ada juga orang yang kerjaannya diet melulu. Padahal badannya udah ideal. Malah akhirnya jadi kurus, kurang nutrisi dan sakit. Sebelum diet, coba cari-cari referensi dulu. Mau diet dengan metode seperti apa. Pilih yang cocok, dan rasanya bisa dijalanin. Dua metode dietku termasuk sukses. Waktu diet golongan darah selama enam bulan berat badanku turun kurang lebih 13-14 kilogram. OCD juga lumayan, dua minggu aja udah turun 3-4 kilogram.Tapi badanku toh akhirnya tetep aja bulet. Karena kurang motivasi. Sebenernya diet bukan hanya soal metode dan bagaimana kamu menjalani rutinitas diet itu dengan baik. Kuncinya cuma konsisten dan niat kuat. Selain itu juga penting enggak sekedar diet, tapi juga olahraga. At least, entah kamu mau ikut-ikutan diet biar eksis atau karena kamu me-mang butuh, tapi harus selalu niat, punya target dan siap dengan perubahan. Karena diet kan dasarnya meru-bah pola makan dan menambah olah-raga. Kalau enggak siap, mending jangan dari pada akhirnya justru malah sakit. (ata/man/ong)

Remaja Butuh Asupan Gizi Baik

AGUS-CADIKA-S.P,-SP.d
AGUS CADIKA S.P, SP.d
Guru Mata Pelajaran Kimia, SMAN 1 Wates
BANYAK remaja yang terobsesi ingin punya tubuh langsing tapi dengan cara yang salah. Padahal mereka masih dalam tahap pertumbuhan. Remaja perlu banyak energi dan stamina agar bisa tetap aktif berkegiatan. Tapi sayangnya makin banyak remaja yang obesitas aki-bat kurang makan sehat dan aktivitas fisik.Kebanyakan dari me-reka ingin menurunkan berat badan dengan cepat melalui diet ketat dan la-tihan keras. Hal itu tentu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan per-kembangan tubuh.Karena pengen cara instan, akhirnya justru mengganti kebiasaan pola makan yang sudah baik dengan pola makan yang tidak sehat. Dengan melewatkan makan, mengkonsumsi minuman tak sehat, dan membiarkan tubuh puasa serta melakukan olahraga terlalu keras. Padahal, di usia remaja mereka seharusnya mendapat asupan gizi yang baik. Maka orang tua harus memperhatikan hal ini. Orang tua harus mengerti kondisi tubuh anak dan me-miliki cukup pengetahuan tentang kesehatan badan. Meliputi gizi berbagai makanan, dan metode olahraga yang baik. Anak remaja enggak usah minder kalau gendut. Jangan jadi orang perfeksionis dengan menuntut harus memiliki tubuh langsing. Yang paling penting justru menjaga kebugaran ba-dan, agar tiap saat terlihat fresh dan berseman-gat dengan olahraga dan menjaga pola makan dengan baik. (rin/man/ong)