AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
SELAMAT JALAN GURU BESAR: Jenasah almarhum Nasikun saat akan dikebumikan di makam di tempat pemakaman keluarga besar UGM kawasan Sawitsari kemarin (4/3).
JOGJA – Sosiolog dan antropolog UGM Prof Dr J. Nasikun meninggal dunia Selasa (3/3) sekitar pukul 16.00 di rumahnya Jalan Pawirokuat No. 32 Ngringin RT 3 RW 19, Condong Catur, Depok, Sleman. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM itu meninggal di usia 74 tahun. Di mata koleganya di UGM, Nasikun dikenal sebagai sosok sosiolog dan antropolog yang selalu menyerukan wawasan kebangsaan. Karya tesis yang pernah ditulisnya mengangkat tema wawasan ke-bangsaan (nasionalisme) yang tidak pernah muncul tanpa “anteseden” atau peristiwa-peristiwa yang men-dahuluinya dengan memberikan contoh pada berbagai belahan dunia.
Selain itu, kontribusi almarhum dapat dilihat dari sumbangan pe-mikirannya yang mendorong agar UGM memiliki master plan pengem-bangan ilmu sebagai konsekuensi UGM sebagai creating institution.”Almarhum pernah meraih peng-hargaan dosen teladan tingkat nasional pada 1988. Semoga al-marhum mendapatkan tempat yang paling mulia,” kata Rektor UGM Dwikorita Karnawati pada upa-cara penghormatan di Balairung UGM, siang kemarin.Menurutnya, almarhum Nasikun merupakan salah satu putra terbaik yang mempunyai kontribusi besar dalam ilmu-ilmu sosiologi dan antropologi Indonesia. Pada pi-dato pengukuhan sebagai guru besar pada 1 Maret 2005, almarhum menerangkan pentingnya”. Almar-hum mengingatkan ingin membe-rikan pemahaman tentang pen-tingnya fondasi IPTEKS secara etis di era global.”Almarhum konsisten mendedika-sikan waktu dan energinya untuk pengembangan dan pengkajian ilmu-ilmu sosial,” tambah Dwikorita.
Usai persemayaman, almarhum Nasikun dimakamkan di tempat pemakaman keluarga besar UGM kawasan Sawitsari. Pria kelahiran Cilacap, 28 Oktober 1941 itu mening-galkan seorang istri, Yuliana Paryati dan empat orang anak. Selama ber-karir di UGM, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Sosiologi UGM periode 1971-1974, dan Direktur Pusat Antar Universitas Studi Sosial UGM periode 1986-1988. “Almarhum menderita stroke sejak 2008 lalu,” tambah Kepala Humas UGM Wijayanti. (mar/jko/ong)