JOGJA – Prediksi penurunan tingkat hunian hotel (TPK) akibat pembatasan larangan rapat PNS di hotel pada 2015 kali ini ternyata cukup signifikan. Hal yang paling dirasakan oleh kebijakan tersebut ialah penurunan TPK pada hotel berbintang di Jog-jakarta. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terung-kap penurunan TPK sebesar 17,01 poin. Ketua PHRI BPD DIJ Istidjab M Danunagoro mengaku tidak kaget lagi dengan adanya penuru-nan tingkat hunian yang cukup siginifikan diawal tahun. Pembatasan pelaragan rapat di hotel men-jadi salah satu faktor pendorong penurunan TPK yang cukup signifikan.”Di tahun sebelumnya, masih terbantu dengan adanya meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).
Namun tahun kemarin hanya mengandal-kan dari wisatawan saja,” jelasnya, kemarin (4/3).Dia menjelaskan sampai dengan bulan-bulan ini merupakan masa berat dari hotel. Diprediksi pen-urunan tingkat hunian bisa mencapai 40 persen.Sementara itu, Kepala BPS DIJ Bambang Kris-tianto menjelaskan, TPK hotel bintang di DIJ pada Januari secara rata-rata tercatat sebesar 48,21 persen. Besaran tersebut secara keseluruhan mengalami penurununan sebesar 17,01 poin di-bandingkan bulan sebelumnya yang menunjuk besaran 65,22 persen.Penurunan TPK sacara signifikan terjadi pada klasifikasi hotel bintang lima yang turun sebesar 20,60 poin. TPK tertinggi mencapai besaran angka 52,25 persen.
Sementara untuk TPK terendah, sam-bung Bambang, sebesar 42,63 persen dialami oleh hotel bintang tiga.”Dibandingkan kondisi setahun lalu pada bulan yang sama, TPK hotel bintang hanya mengalami penurunan sebesar 4,49 poin,” terang Bambang.Penurunan TPK juga dirasakan oleh sejumlah hotel nonbintang atau sering disebut hotel melati. Awal tahun ini hotel melati mengalami penurunan sebesar 6,89 poin. TPK tertinggi mencapai besaran angka 31,04 persen terjadi pada kelompok kamar kurang dari sepuluh unit. TPK terendah mencapai 26,56 persen terjadi pada kelompok hotel yang me-miliki jumah kamar di atas 40 kamar.”Nasibnya sama seperti hotel berbintang diban-dingkan setahun lalu, penurunannya sebesar 1,31 poin,” terangnya.Dijelaskan, rata-rata menginap wisatawan di ho-tel pada Januari 2015 secara keseluruhan sebesar 1,75 malam atau naik sebesar 0,08 malam dibandingkan pada bulan sebelumnya. Secara rata-rata, jelasnya, menginap terlama terjadi di hotel nonbintang dengan waktu 2,41 malam sedang yang terpendek selama 1,41 malam di hotelbintang dua. “Hotel lima justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,06 malam dan 0,05 malam,” jelasya. (bhn/ila/ong)