ADIDAYA PERDANA /RADAR JOGJA
CEGAH KECELAKAAN: Sejumlah sopir bus diperiksa kesehatannya dan dites urine oleh Satlantas Polres Magelang.
MUNGKID – Kepolisian meng-hentikan para sopir bus luar kota yang melaju di beberapa wilayah di perbatasan Kabupa-ten Magelang. Para sopir di periksa kesehatannya dan dites urine. Itu untuk mengantisipasi adanya peristiwa kecelakaan massal di ruas jalan raya
“Tes urine dimaksudkan untuk memastikan sopir dalam kon-disi prima, sebelum melakukan perjalanan,” kata Kasat Lantas Polres Magelang AKP Choirul Anwar kemarin (5/3).
Ditambahkan Choirul, pi-haknya tengah gencar meme-riksa kelaikan kendaraan ang-kutan umum dan kesehatan kru bus. Kegiatan ini untuk men-cegah kecelakaan menonjol di jalan raya. Tes urine dimaksud-kan untuk mengetahui, apakah sopir tersebut menggunakan miras atau obat-obatan terlarang. Tes dilakukan di Terminal Mun-tilan, Pool Bus Ramayana di Jalan Magelang-Jogjakarta, je-mbatan timbang Salam, dan pool bus lainnya. Di terminal Muntilan, pihaknya memeriksa 70 sopir bus dan angkutan pedesaan. Adapun di Pool Bus Ramayana, Sat Lantas Polres Magelang melakukan pembinaan terhadap 54 sopir.
Selain itu, polisi juga meme-riksa kelaikan sembilan bus di SMA Taruna Nusantara, Mer-toyudan yang akan melakukan perjalanan. Sebanyak 18 sopir dan kru bus juga ikut diperiksa kesehatannya. “Sasaran kami adalah sopir bus yang hendak melakukan perja-lanan keluar kota,” jelasnya. Kepolisian telah melakukan berbagai upaya mencegah ter-jadinya kecelakaan lalu lintas dengan korban masal. Yakni, mengecek kelengkapan angku-tan umum, termasuk kotak P3K. Polisi juga memeriksa ken-daraan muatan barang di Jem-batan Timbang Salam untuk memastikan kelayakan ken-daraan. Ini meliputi peme-riksaan kapasitas muatan dan kelaikan kendaraan. “Jangan sampai terjadi ke-celakaan,” imbuh Kanit Dikya-sa Satlantas Polres Magelang Iptu M Ahdi. (ady/hes/ong)