DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA

EVY AHMAD BARAJA

BAGI sebagian orang, sudah cukup menye-nangkan jika bisnis yang dijalani berjalan lan-car. Apalagi bisa bertahan dalam kurun waktu 10 tahun. Namun tidak demikian bagi Evy Ah-mad Baraja. Perempuan yang akrab disapa Evy ini ingin menapaki satu jenjang lagi dalam karirnya, yakni menjadi desainer.Meski ia sudah lama bergelut di bidang fe-syen, pilihan untuk bisa merancang sendiri membuatnya lebih bisa mengeksplor diri
“Percaya saja dengan diri sen-diri, belajar dengan otodidak, banyak mengamati dan memang lingkungan sekitar juga sangat memperhatikan tren fesyen ter-kini,” ujarnya, sebelum menam-pilkan koleksinya di salah satu ajang fesyen tahunan (6/3).
Nantinya Evy fokus menggarap busana muslim wanita. Apa yang dibutuhkan wanita muslim saat ini, setidaknya sudah dia menger-ti, karena wanita kelahiran Solo, 16 Juli 1978 ini kesehariannya mengenakan busana muslim. Keinginannya untuk belajar dan mendesain busana sudah lama terpendam, namun baru di awal tahun ini impiannya terwujud. Mengusung label dengan na-manya sendiri, Evy Baraja, ia lebih banyak merancang busa-na muslim dengan kesan glamor yang baik dari segi kualitas bahan dan jahitannya premium. Se-dangkan desainnya eksklusif.
“Butik saya tetap pakai nama Kiswah, hanya rancangan karya saya saja yang memakai nama saya sendiri,” ujarnya.Evy mengaku keinginannya untuk merancang busana juga didukung keluarga. Meskipun dirinya merasa sudah tidak muda lagi, impiannya yang di-pendam bertahun-tahun ini akhirnya bisa terwujud. “Enam bulan ini saya belajar desain, dan ini show besar kedua yang pernah saya ikuti untuk menam-pilkan hasil rancangan saya,” tandas Evy. (dya/laz/ong)