ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
CERMAT: Petugas dari BPCB DIJ sedang melakukan evakuasi arca yoni di Kampung Godegan, Brajan, Tamantirto, Kasihan. Temuan ini kemudian dibawa ke BPCB untuk diteliti.
KASIHAN – Penemuan benda cagar budaya berupa arca yoni di Kampung Godegan, Brajan, Tamantirto, Kasihan tidak lantas mendorong Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ melakukan penelitian di wilayah setempat. Padahal, dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir ditemukan dua benda cagar budaya di wilayah setempat.Staf Perlindungan BPCB DIJ Antar Nugroho memperkirakan dua benda cagar budaya ini berasal dari lokasi lain. Benda-benda ini berpindah dari lokasi asalnya setelah hanyut terbawa arus. “Kami tidak akan melakukan pencarian lebih lanjut,” tegas Antar di sela-sela evakuasi arca yoni kemarin (9/3).
Perlu diketahui, pada 2008 lalu warga setempat menemukan patung arca agastya. Kemudian, benda cagar budaya ini dibawa ke BPCB DIJ untuk diteliti. Menurutnya, arca yoni yang ditemukan memiliki panjang sekitar 90 centimeter dengan lebar 70 centimeter. Arca yang juga menjadi perwujudan Dewa Siwa ini diduga merupakan peninggalan kerajaan Mataram Hindu. “Arca ini seperti kelamin yang melambangkan kesuburan,” urainya.Biasanya, arca yoni berpasangan dengan arca lingga. Hanya saja, saat ditemukan arca pasangannya tersebut sudah tidak ada. Antar mengakui penemuan arca yoni sebenarnya juga bersamaan dengan arca lingga. Namun, setelah diukur, keduanya tidak cocok. “Mungkin lingga (pasangannya, Red) sudah tertransformasi atau bergeser,” ungkapnya.
Arca yoni ini pertama kali ditemukan pekerja bangunan bernama Ngadimin Selasa (3/3) lalu. Kala itu dia tengah menggali tanah untuk membuat pondasi bangunan sekolah. “Bentuknya kotak. Karena merasa aneh kemu-dian saya laporkan ke pak mandor,” jelasnya.Kirmanto, warga setempat me-nambahkan, tujuh tahun lalu juga pernah ditemukan arca saat proses penggalian sumur tidak jauh dari lokasi penemuan arca yoni. “Leluhur pemilik tanah warga biasa. Bukan abdi dalem atau punya garis keturunan darah biru,” tambahnya. (zam/din/ong)