DWI AGUS/RADAR JOGJA
SEMPATKAN TIDUR DI ASRAMA: Kunjungan anggota dewan dan pejabat Pemkab Puncak Jaya ke Asrama Mahasiswa Puncak Jaya di bilangan Seturan, Depok, Sleman (7/3).
SLEMAN – Kedatangan ang-gota Komisi C DPRD Puncak Jaya Papua ke Jogjakarta dimanfaat-kan oleh Ikatan Pelajar dan Ma-hasiswa Puncak Jaya (IPMA-PUJA) korwil Jogjakarta-Solo untuk curhat. Berbagai perma-salahan seperti fasilitas asrama dan beasiswa menjadi fokus utama pertemuan tersebut.Sejak Jumat (6/3), Ketua Ko-misi C Puncak Jaya Usman Te-lenggen menginap di Asrama Puncak Jaya yang berada di Gang Sawo Jajar, Seturan, Depok, Sleman. Selain Usman Telenggen, juga hadir Kabid Aset Daerah Kabu-paten Puncak Jaya Manfred Mate.”Kedatangan kita ke sini untuk melihat bagaimana kondisi se-benarnya di asrama. Ada bebe-rapa keluhan, akhirnya kita bisa datang untuk melihat langsung. Dengan kedatangan ini kita tahu apa kondisi sebenarnya yang dirasakan para mahasiswa dari Puncak Jaya,” katanya.
Manfred menambahkan su-ara para mahasiswa ini akan segera direspons. Namun untuk melakukan ini tetap harus ko-ordinasi dengan anggota dewan. Terutama nominal bantuan yang akan diberikan untuk perbaikan asrama.Keluhan yang disampaikan para mahasiswa mengenai kon-disi asrama yang mulai tidak layak huni. Terutama untuk pe-rawatan beberapa bangunan yang terletak di timur UPN Veteran Jogjakarta ini. Selain itu, kun-jungan juga menyoroti bantuan beasiswa yang belum merata.”Untuk beasiswa setiap maha-siswa yang berkompeten didata mulai dari kartu mahasiwa hingga hasil studinya. Jika belum mendapatkan, maka dapat disam-paikan ke bupati untuk ditindak-lanjuti. Tapi kita tidak bisa sepi-hak, karena selain eksekutif kebijakan ini juga melalui legis-latif,” katanya.
Ketua Asrama Puncak Jaya Lewin Panjalukan mengungkap-kan, kedatangan anggota dewan dan pejabat pemkab ini sebuah angin segar. Ini karena Asrama Puncak Jaya selama kurang lebih 14 tahun tidak ada pengawas, sehingga mahasiswa Puncak Jaya yang menempuh pendidikan seakan terkatung-katung.Lewin mengatakan, asrama ini telah lama dihuni dan selalu berganti penghuni. Namun sejak pertama dibeli, asrama ini belum mengalami perawatan. Alhasil para mahasiswa harus patungan untuk membenahi asrama.”Beberapa asrama dari beberapa kabupaten di Papua sudah dire-novasi. Secara psikologios jika asrama nyaman, maka kita juga nyaman menempuh pendidikan. Untuk beasiswa kita juga meng-harap kejelasan, beberapa dari kami sampai membantu kerja kebun warga sekitar agar bisa bertahan hidup,” kata Lewin.
Penghuni asrama Eris Enumbe berharap keluhan para peng-huni asrama dapat direspons. Ia menyambut positif langkah anggota dewan dan staf pemkab yang mau tidur di asrama. Hal ini dapat menggerus anggapan selama ini mahasiswa hidup dengan makmur.”Sebelumnya belum pernah yang ada tidur di asrama. Ka-laupun ada kunjungan pasti menginap di hotel, sehingga tidak tahu langsung kondisi as-rama. Kita berharap kunjungan ini rutin, agar keadaan di sini benar-benar terpantau,” ungkapnya. (dwi/laz/ong)