YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
KENA BATUNYA: Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen (depan, tiga dari kanan) saat gelar perkara kasus curat di Mapolres Sleman kemarin (9/3)
SLEMAN- Begal sepeda motor ternyata tidak hanya marak di kota-kota besar. Di kawasan Mlati, dua orang begal menyasar perempuan pengendara motor yang melintas di jalan sepi pada malam hari. Begal-begal ini mengincar barang-barang berharga yang dibawa calon sasarannya. Seperti dilakukan Wahyu, 20, warga Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Jogja. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di sebuah perguruan tinggi di Jogjakarta itu mengaku tidak hanya beroperasi di wilayah Sleman. Bantul dan Kota Jogja juga menjadi area “operasi”-nya.
Saat beraksi, tersangka tidak sendirian. Dia mengajak PAS,17, yang masih duduk di bangku SMA. Wahyu berperan sebagai joki, PAS menjambret barang bawaan calon korban mereka. “Saya nggak pernah pakai kekerasan. Cuma menarik tas sasaran,” dalih Wahyu saat dikeler di Mapolres Sleman kemarin (9/3). Wahyu mengaku sengaja mengincar korban perempuan yang mengendarai sepeda motor jenis matic. Menurutnya, perempuan tidak bisa lari kencang. Demikian pula kendaraan matic.Kini, mereka tidak bisa beraksi lagi. Setelah aparat Polsek Mlati menangkap mereka di rumah masing-masing. Kedua tersangka diringkus usai beraksi di sekitar Kampus Unriyo, Maguwoharjo, Depok Minggu malam (8/3).
Saat dikeler untuk menunjukkan lokasi barang bukti, Wahyu mencoba kabur. Tersangka lantas dilumpuhkan dengan timah panas yang mengenai kaki kirinya. Dari tangan tersangka, polisi me-ngumpulkan barang bukti puluhan telepon seluler berbagai merek, uang tunai Rp 115 ribu, sepatu, dan tas. Berikut sepeda motor Honda Verza yang digunakan para pelaku dalam aksi mereka. “Tersangka beraksi sejak Januari 2015. Sedikitnya 40 korban. Lebih delapan aksi lain gagal,” jelas Kapolsek Mlati Kompol Sarwendo di Mapolres Sleman kemarin (9/3). Salah satu korban ada yang meninggal dunia lantaran terjatuh dari sepeda motor. Kejadiannya pada 15 Februari 2015 di depan Hotel Hyatt, Jalan Tentara Pelajar, Sariharjo, Ngaglik.
Hal itu diketahui setelah polisi mengembangkan penyelidikan perkara berdasarkan keterangan para tersangka. Peristiwa itu semula diduga kecalakaan tunggal yang menimpa Esti Codiatun, 42, warga Griya Taman Asri, Ngaglik. Saat itu korban mengendarai Yamaha Mio ditemukan tewas di pinggir jalan. Seperti umumnya begal, sebelum beraksi, tersangka menggambar lokasi lebih dulu. Memastikan jalanan sepi dan cukup gelap. Mereka lantas membidik calon korban dan membuntutinya sampai di lokasi yang ditentukan. Tersangka Wahyu lantas memepet sepeda motor sasaran, lalu PAS menjambret tas korban. Mereka lantas membuang tas korban ke sungai setelah diambil barang-barang berharganya. Hasil dari membegal lantas dijual terpisah dan pasar klitikan menjadi tujuannya. Sisanya dilego di situs jual beli online dan uangnya dibagi. (yog/din/ong)