ARTIKA AMELIA
BAGI pecinta stasiun TV maupun radio lokal Jogja, tentu sudah tak asing lagi dengan wajah dan suara Artika Amelia. Sejak enam tahun terakhir, gaya khas perempuan yang akrab disapa Tika ini sudah menghiasi layar kaca dan gelombang radio di Jogja saat menjadi host. Namun siapa sangka perempuan yang punya nama asli Lia Kartika Dewi ini pernah nervous kala diminta membawakan sebuah acara
Gara-garanya, audiennya ada-lah para pejabat dari negara-negara ASEAN. “Konfirmasi panitia sangat mendadak kalau acaranya harus pakai bahasa Inggris,” tutur Tika ketika men-ceritakan salah satu pengalaman menantang selama menjalani profesi sebagai host dan Master of Ceremony (MC) kepada Radar Jogja (6/3).
Namun demikian, acara resmi itu berhasil dia bawakan dengan sempurna, meskipun harus dengan banyak improvisasi. “Bahasa Inggris Artika kan nggak bagitu bagus. Tapi mereka bilang good job,” kelakarnya. Kehidupan Tika kini banyak berubah. Selain bersuami, lulusan salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja ini juga telah di-karuniai seorang putri. Selain itu dia juga tetap menekuni profesi yang diidamkannya sejak kecil tersebut. Bahkan sang suami memberikan dukungan penuh.
Meskipun begitu, sebagai seo-rang ibu dan istri, Tika tetap memberikan perhatian penuh kepada putrinya yang masih berusia empat bulan ini dan suaminya. “Sebelum berangkat kerja, urusan rumah pokoknya harus sudah selesai,” ungkapnya.
Suka duka menjadi host dan MC telah Tika rasakan. Namun, masih ada satu pengalaman ng-emce yang diinginkannya. Yakni, menjadi MC di acara resmi kenegaraan yang diha-diri presiden. “Pengin banget. Sementara ya cari relasi dulu untuk sampai ke sana,” jelasnya.Sebagai host dan MC profesio-nal, Tika pun tak lupa membe-rikan kiat-kiat khusus bagi siapa saja yang ingin meniru jejaknya.
Selain punya kecakapan, seorang MC harus memperhatikan kos-tum dan audiennya. “Satu jam sebelum acara harus sudah sam-pai lokasi. Jangan mepet apalagi telat,” pesannya. (zam/laz/ong)