GUNUNGKIDUL – Sidang lan-jutan kasus pencurian kayu dengan terdakwa Harso Taruna, 67, sedianya digelar Pengadilan Negeri (PN) Wonosari, kemarin (10/3). Namun sidang dengan agenda pembacaan putusan urung dilaksanakan karena salah satu hakim sedang mengikuti pendidikan dan latihan (diklat).”Sidang putusan ditunda tanggal 17 Maret 2015 mendatang,” kata Kuasa Hukum Zaki Sierrad beserta Suraji Noto Suwarno usai men-dampingi Harso di ruang sidang Cakra lantai dua PN Wonosari, kemarin.Dia menjelaskan, proses persidangan ditunda karena jumlah hakim tidak lengkap. Padahal hasil musyawarah harus melalui pertimbangan seluruh hakim maupun anggota.
Alhasil, sidang putusan kasus pencurian kayu dengan terdakwa Harso Taruna warga Padukuhan Bulurejo, Kepek, Saptosari ter-paksa ditunda pekan depan. “Tidak apa-apa, kami juga tidak keberatan jika sidang mau ditunda minggu depan,” ujarnya.Sementara itu, Harso sendiri mengaku datang ke PN Wonosari diantar oleh anak laki-lakinya sekitar pukul 10.00. Dia meng-ungkapkan kekecewaannya karena sidang ditunda pekan depan. “Ya sedikit kecewa, harus-nya vonis sudah bisa diselesai-kan hari ini,” sesal Harso.Namun demikian, pihaknya mengaku siap mengikuti proses persidangan minggu depan. Untuk menghadapi putusan, Harso mengaku tidak mempunyai persiapan khusus.
“Saya pasrah sama yang diatas,” ucapnya. Sementara dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Vivit Iswanto me-minta agar majelis hakim Peng-adilan Negeri (PN) Wonosari menjatuhkan vonis bersalah dan hukuman penjara kepada Harso Taruna. JPU meyakini, terdakwa telah terbukti melakukan pe-rusakan hutan negara.JPU menuntut, supaya majelis hakim menyatakan terdakwa Harso Taruna secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pe-rusakan hutan dan menjatuhkan pidana berupa penjara selama 3 bulan serta denda Rp 400 ribu. Harso dinilai telah melakukan tindak pidana perusakan hutan sesuai pasal 40 ayat 1 junto pasal 19 ayat 1 dan pasal 33 ayat 1 Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. (gun/ila/ong)