RADAR JOGJA FILE
PELUANG KERJA: Melihat kebutuhan petugas sekuriti yang masih sangat besar, profesi ini sangat menjanjikan karena persaingannya yang masih terbuka lebar.
JOGJA – Perkembangan sarana publik terutama pusat perbelanjaan dan jasa hospitality di Jogjakarta semakin berkembang pesat. Sehingga, jasa sekuriti semakin di-perlukan. Namun sayangnya, di DIJ sen-diri keberadaan sekuriti belum bisa mengimbangi jumlah mal maupun hotel-hotel yang ada di Jogjakarta.Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Profesi Sekuriti Indonesia (APSI) DIJ Tri Agus Hariyadi saat ditemui di ruang ker-janya di Maliboro Mall Jogjakarta, belum lama ini (9/3).
Dia menyebut, keberdaan 60 Badan Usaha Jasa Keamanan di DIJ belum bisa memenuhi kebutuhan sekuriti. Meski ter-dapat 4.000-an sekuriti di DIJ, jumlah itu dinilai belum mencukupi kebutuhan satpam di DIJ.”Kebutuhan masih sangat kurang. Dengan ratusan hotel dan mal yang terus ber-munculan, saya yakin jumlah lulusan tidak akan memenuhi,” terang Tri.Dia menyebut, saat ini saja, setiap badan usaha jasa keamanan hanya bisa mengha-silkan sekitar 30-an lulusan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, dari jumlah ter-sebut terkadang masih digunakan untuk pengamanan sarana lainnya seperti per-bankan, lembaga pendidikan dan lainnya.”Terkadang juga memerlukan tenaga untuk pengamanan,” ungkapnya.
Tri mengatakan, pengamanan terhadap bangunan tertentu ada standar tersendiri. Dia mencotohkan, untuk Malioboro Mall saja, memerlukan sekitar 45 personel sekuriti. Sebab, penjagaan mal harus dilakukan selama 24 jam.”Kami memiliki tiga regu keamanan yang beroperasi secara bergantian. Setiap regunya ada sekitar 15 personel,” terangnya.Menurut Tri, minimnya keberadaan badan usaha jasa keamanan di DIJ juga di karenakan minat masyarakat menjadi petugas ke-amanan masih rendah. Masih banyak masyarakat yang me mandang sebelah mata profesi menjadi satpam. Padahal, jika melihat kebutuhannya yang masih sangat besar, profesi ini sangat men-janjikan karena persaingannya yang masih terbuka lebar.”Saat ini bila ada hotel-hotel baru, tenaga keamanannya masih ada yang impor dari Jakarta. Penyebabnya ya karena di Jogja-karta masih terbilang minim. belum ba-nyak yang berminat jadi satpam,” terang-nya. (bhn/ila/ong)