Kericuhan-Warnai-Eksekusi-Graha-XL
FOTO-FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ADA PERLAWANAN: Suasana eksekusi Graha XL di Jalan Mangkubumi 20-22 Jogja yang diwarnai kericuhan kemarin (10/3). Gesekan antara karyawan dan petugas pun sempat tak terelakkan.
JOGJA – Kantor Graha XL di Jalan Mangkubumi No 20-22, Jogja, kemarin (10/3) berhasil dieksekusi. Eksekusi tanah dan bangunan itu berdasarkan sengketa antara PT Excelcomindo Pratama dan Johannes Irwanto Putro yang akhirnya dimenangkan Johannes. Dalam eksekusi ini sempat terjadi ke-ricuhan setelah ada aksi perlawanan dari karyawan.Gedung XL itu sejak pagi sudah ramai dengan aktivitas karyawan. Menjelang eksekusi, puluhan karyawan berbaris di depan pintu dan membentangkan tulisan penolakan eksekusi yang dila-kukan petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Jogja. Karyawan tampak siaga saat tim eksekutor menggunakan bus kepo-lisian tiba di lokasi pukul 09.00
Suasana mulai memanas saat puluhan karyawan melihat da-tangnya tim eksekusi. Mereka terus meneriakkan penolakan eksekusi. Sempat terjadi adu mulut hingga sedikit gesekan antarkedua belah pihak. Bahkan seorang security mengalami luka di wajahnya hingga harus dievakuasi.Juru sita PN Kota Jogja Majus-kan sempat menunda pemba-caan putusan. Sebab, pihak XL bersikukuh agar proses ekse-kusi ditunda terlebih dulu. Namun karena juru sita memiliki surat berkekuatan hukum, akhirnya proses eksekusi tetap dilaksana-kan. Pihaknya juga telah mem-berikan peringatan.”Sudah ada putusan sehingga eksekusi ini tak bisa ditunda,” kata Majuskan.
Kemudian, sete-lah terjadi negosiasi antarkedua belah pihak, akhirnya diambil kesepakatan bahwa dalam waktu lima hari perusahaan untuk se-gera mengosongkan gedung.Akhirnya sekitar pukul 12.00, usai pembacaan putusan oleh PN Jogja, gedung XL berhasil ditem-bus. Personel Sabhara Polda DIJ masuk ke dalam kantor tersebut. Meskipun awalnya sempat ter-jadi ketegangan, akhirnya proses eksekusi berjalan kondusif.Pihak Excelcomindo menilai eksekusi Graha XL yang dilakukan hari itu cukup mengganggu ja-ringan XL di wilayah Jawa Tengah dan DIJ. Terlebih kantor ini meru-pakan pusat yang bertanggung-jawab atas 4,2 juta pelanggan di Jateng dan 5,1 juta pelanggan di DIJ. Jumlah itu belum termasuk penyediaan penyadapan kepen-tingan penegak hukum.”Yang merasa terganggu bukan hanya masyarakat saja. Tetapi penegak hukum juga terganggu,” kata Legal Corporate Internal PT Excelcomindo Pratama Khairul Hidayat.
Kuasa hukum PT Excelcomindo Irsyad Thamrin belum bisa me-nerangkan ke mana operasional perusahaan akan dipindahkan. Apalagi sebelumnya pihaknya meminta agar eksekusi ditunda hingga waktu dua bulan ke de-pan. Namun faktanya, proses eksekusi lebih cepat dari yang diharapkan. “Sebenarnya kami minta agar eksekusi ditunda sampai waktu dua bulan. Tapi eksekusi ini lebih cepat,” kata Irsyad.
Sementara itu kuasa hukum penggugat, Sentot Panca Ward-hanam mengatakan, gedung itu nantinya akan dirobohkan. Sebab, bangunan dua lantai itu bukan milik kliennya. Justeru yang men-jadi sengketa adalah keberadaan tanah itu. “Rencana akan kami robohkan bangunannya. Terserah nanti mau dibuat apa,” ujarnya.Adapun usai eksekusi, puluhan karyawan PT Excelcomindo tampak memindahkan barang-barang perusahaan. Sementara pihak juru sita terlihat sibuk memasang pembatas gedung dengan jalan menggunakan pagar seng. (fid/laz/ong)