FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
PROYEK GAGAL:Pasar Sidomukti merupakan salah satu proyek 2014 yang gagal direalisasikan. Saat itu, ada kesalahan perencanaan. Di antaranya, pondasi yang belum menggunakan foot plat.
MAGELANG – Triwulan pertama 2015, Pemkot langsung bergerak melakukan lelang terhadap semua proyek yang gagal dilaksanakan dengan APBD 2014. Melalui Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Kota Magelang, lelang pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pasar Stres atau Pasar Sidomukti diumumkan akhir Januari lalu. Pengumuman lelang BLK telah dilakukan pada 17 Februari 2015. Saat ini telah di-lakukan penandatangan kontrak 10 hari sesudahnya. Untuk lelang Pasar Sido mukti, pengumuman pemenang dilakukan pada 20 Februari dan penandatangan kontrak pada 2 Maret 2015
Berdasarkan penelusuran pada website LPSE Kota Magelang, pemenang lelang proyek BLK adalah PT Enta. Perusahaan ini beralamat di Jalan Zebra Raya Nomor 2A Semarang. Adapun nilai penawarannya sebesar Rp 2,778 miliar dari pagu Rp 2,831 miliar.Untuk Pasar Sidomukti, lelang dimenangkan CV Gilang Sukses Mandiri yang beralamat kantor di Jalan Sunan Giri Jurangombo Selatan, Kota Magelang. Nilai penawaran yang diberikan CV Gilang Sukses Mandiri sebesar Rp 851 juta dari pagu Rp 961,200 juta. Dalam pembangunan Pasar Sidomukti, terjadi peningkatan pagu saat lelang tahun 2014 yang dimenangkan PT Baja Persada. Semula bernilai Rp 565 juta.
Terjadinya peningkatan pagu proyek Pasar Sidomukti tidak lepas dari rencana Dinas Pe ngelola Pasar (DPP) Kota Magelang, soal adanya lampu penerangan, sekat antarlos, hingga masalah keberadaan instalasi listrik dalam kegiatan tersebut. Adanya pem-buatan sekat secara seragam diharapkan membuat lebih indah dan rapi pasar.Proyek ini menjadi salah satu proyek yang gagal dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2014. Di antaranya, pembangunan kembali Pasar Stres yang ter bakar Januari 2013 yang saat proses lelang dimenangkan CV Baja Persada dengan nilai penawaran Rp 514, 283. Juta dari pagu Rp 565 juta, pada 29 September. Ternyata. tidak segera dilakukan. Karena ada kesalahan peren-canaan. Di antaranya, soal pon-dasi yang belum menggunakan foot plat.”Konsultan perencana, yakni CV Gurat Rancang mendasarkan data dari UGM. Tapi baik pihak UGM maupun konsultan tidak melakukan penggalian pondasi. Semua baru diketahui setelah inisiatif kami melakukan tin-jauan lapangan pasca-ada pe-menang lelang,” kata Heri S, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut saat itu, kemarin (10.3).
Kini, proses pembangunan kembali Pasar Sidomukti yang terbakar pada 24 Januari 2013 mulai dilakukan. Pelaksana mempunyai waktu penye lesaian pekerjaan selama 120 hari. Da-lam kegiatan tersebut, seluruh bangunan lama telah diratakan dan siap dibangun bangunan baru.”Bangunan lama tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ungkap Ke-pala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang Joko Bu-diyono.Dulunya, Pasar Sidomukti ber-nama Pasar Stres. Nama itu di-sematkan, karena semula yang menjajakan barang bekas dan onderdil kendaraan di pasar itu adalah korban PHK akibat krisis ekonomi 1998.
Semula, pasar klithikan ini berada di Prawiro-kusuman atau Jalan Tarumane-gara. Melalui kebijaksanaan Wali Kota Fahriyanto, pasar ter-sebut dipindah ke Kelurahan Magersari.Pasar Sidomukti sendiri sejak berdiri pernah terbakar tiga kali. Pertama, pada 18 November 2008 yang menghabiskan los A1 hingga A4. Berikutnya, pada 2011. Namun, skalanya kecil dan bisa langsung ditangani. Keba-karan terakhir terjadi pada 24 Januari 2013 dan kembali mem-bakar habis los A1 hingga A4 yang ditempati 107 pedagang. (dem/hes/ong)