JOGJA – Keberadaan rontek-rontek Jogja Istimewa yang kini terkesan menjadi sampah vi-sual di sepanjang Malioboro, akhirnya dibersihkan. Hanya saja pihak yang membersihkan bukan yang memasang rontek-rontek tersebut. Tapi, Unit Pelak-sana Teknis (UPT) Malioboro selaku pengelola ikon wisata itu dari Pemkot Jogja. “Kami sudah berkomunikasi dengan panitia tadi malam (9/3). Panitia tidak sanggup melepas rontek-rontek tersebut,” ujar Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh kemarin (10/3).
Tapi, sampai dengan kema-rin sore di sepanjang Malio-boro masih terpasang rontek-rontek yang bergambar logo Jogja Istimewa dengan grafis andong, wayang, becak, lam-pu antik, Merapi, gapura Ke-raton, ringin kurung, dan Tugu. UPT Malioboro ber-janji akan melepaskan rontek-rontek segera.”Karena banyak, ini masih menunggu armada untuk me-lepasnya,” jelas mantan Lurah Suryatmajan. Syarif mengaku, beberapa rontek yang sudah membahayakan telah ia lepas dan disimpan. Ini ia lakukan agar rontek-rontek tersebut tak membahayakan pengendara sepeda motor.
“Yang jelas, be-sok (11/3) sudah bersih,” kilahnya. Keberadaan rontek-rontek tersebut, lanjut Syarif, sebenar-nya menjadi tanggung jawab pemasang. Makanya untuk me-lepaskan keberadaan rontek-rontek itu pihaknya juga ber-konsultasi terlebih dahulu dengan pemasang. Dalam hal ini pani-tia acara karnaval budaya dan launching Jogja Istimewa. “Ya, sekarang menjadi wewenang kami untuk membersihkan rontek-rontek itu. Karena, wak-tunya kan sudah habis,” imbuh-nya. (eri/laz/ong)