METTASARI/RADAR JOGJA
LANGSUNG MEMBAUR: Mahasiswa asing asal Singapura mengawali KKN Internasional di kelurahan Giwangan Kota Jogja dengan kegiatan seni kotekan.
JOGJA – Belasan mahasiswa asing asal Singapur, tepatnya dari Singa-pore Polytecnik mengadakan ku-liah kerja nyata (KKN) Internasional di Kelurahan Giwangan, Kota Jogja. Selama KKN, mereka akan di-dampingi mahasiswa dari UPN Veteran Jogja dan UMY.Alasan pilihan Jogja sebagai tempat KKN cukup simpel, yakni Jogja diang-gap memiliki keberagaman budaya. Mereka sangat berniat untuk belajar berbagai adat budaya masyarakat suku Jawa yang ada di Kota Jogja.Para mahasiswa asing tersebut, memulai KKN Internasional sejak kemarin (11/3) bersama mahasiswa UPN Veteran Jogja dan UMY. “Mereka akan belajar berbagai adat budaya masyarakat suku Jawa yang ada di Kota Jogja,” kata Ketua LPPM UPN Veteran Jogja Heru Sigit Pur-wanto di sela pelepasan mahasiswa KKN Internasional di Kelurahan Giwangan, Jogja kemarin.
Selama KKN, mahasiswa asing ter-sebut akan mengamati dan meng ikuti seluruh kegiatan masyarakat Giwangan selama 24 jam, seperti memasak, membersihkan lingkungan rumah, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan, mereka akan menga-jarkan keterampilan kepada masya-rakat setempat.”Kami bangga, mahasiswa Singa-pore Polytecnik bisa belajar budaya masyarakat Jogja. Suatu ketika nanti, mahasiswa Indonesia akan belajar budaya di Singapura,” kata SohChee Meng, dosen Singapore Polytecnik yang ikut mendampingi mahasiswa mengikuti program KKN Internasional.
Sebagaimana niatnya untuk belajar seni dan budaya masyarakat, begitu ditandai dengan pelepasan maha-siswa KKN, para mahasiswa asal Singapura tersebut langsung membaur dengan masyarakat setempat. Satu hal yang langsung diikuti adalah main kotekan. Mereka bersama masyara-kat memegang alu, yang kemudian secara bergantian alu tersebut dipu-kulkan pada lesung, sehingga mengelu-arkan bunyi yang teratur dan enak dinikmati. (mar/jko/ong)