JOGJA – Lembaga pemantau pelayanan publik Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Pusat akhirnya harus memanggil Se-kretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Ichsanuri. Ini sebagai buntut belum adanya pelaksanaan atas rekomendasi ORI mengenai nasib tiga eks guru SMAN 1 Wonosari tahun 2013 silam.”Sampai sekarang belum ada pelaksanaan dari rekomendasi kami,” ungkap Kepala ORI Pusat Bidang Pelaporan Budi Santosa melalui sambungan telepon, kemarin (11/3).
Budi menuturkan, pemanggilan Ichsanuri ini ia kirim melalui su-rat dan faksimile. Pengirimannya telah dilakukan Selasa (10/3) lalu. “Kalau pemanggilannya Senin tanggal 16 (Maret, 2015) di kantor ORI Pusat Jakarta,” katanya.Pemanggilan terhadap Ich-sanuri ini, lanjut Budi, karena yang bersangkutan paling menge-tahui teknis di lapangan. “Apakah ada kendala untuk melaksanakan rekomendasi tersebut, sekda yang paling mengetahui,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, pemang-gilan dilakukan karena ORI ha-rus menutup laporan. Padahal penutupan ini mensyaratkan pelapor harus sudah sesuai dengan yang diharapkan pelapor. “Supaya kasus kami bisa dis-close,” tandas mantan anggota Ombudsman DIJ ini.Ia menegaskan, Pemprov DIJ saat itu sebagai pihak yang mengelola SMAN 1 Wonosari. Ini mengingat status sekolah ter-sebut saat itu Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI). “Kami akan tanyakan, apakah ada kendala untuk menjalankan rekomendasi kami,” tuturnya.
Rekomendasi sebenarnya su-dah disampaikan 4 Februari 2014. Rekomendasi itu memerintah-kan Pemprov DIJ untuk mengem-balikan tiga eks gurus SMAN 1 Wonosari yang dimutasi karena kekritisan mereka terhadap ke-pala sekolah kala itu.Tiga guru itu dipindahtugasan pada 26 Juni 2013. Mereka adalah Kusrini menjadi guru pembina SMP 1 Karangmojo, Mul yanto menjadi guru pembina SMP N 1 Wonosari, dan Suwarno men-jadi guru SMKN 2 Gunungkidul.
Surat rekomendasi ini, kala itu dilayangkan ke Gubernur DIJ HB X. Juga tembusan ke Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah-raga DIJ selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membawahi SMAN 1 Wonosari. Selain itu, juga ditembuskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian PAN.
Kusrini, guru yang dimutasi dan pelapor menegaskan, diri-nya meminta untuk dikembali-kan ke SMAN 1 Wonosari, se-suai rekomendasi dari ORI Pusat itu. “Kalau keinginan, ya kem-bali. Karena kan mutasi kami maladministrasi,” sesalnya.
Mengenai surat ini, Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokoler (UHP) Sekretariat Provinsi (Setprov) DIJ Sigit Haryanta tak memastikan surat itu sudah sampai. “Saya ha-rus cek dulu. Surat itu sudah sam-pai, diteruskan ke pihak yang berwenang, atau bagaimana?” tandas Sigit. (eri/laz/ong)